REQNews.com

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mogok Makan

News

Sabtu, 02 November 2024 - 15:09

Foto: Facebook/Evo MoralesFoto: Facebook/Evo Morales

La Paz, REQNews.com -- Mantan presiden Bolivia Evo Morales, Jumat 1 Oktober, mengumumkan mogok makan saat pertikaian pendukungnya dengan pemerintah meningkat.

"Kami tidak menginginkan pertumpahan darah. Kami selalu mencari dialog yang tulus," tulis Morales di X, mendesak aktivis mempertimbngkan jeda dengan tidak memblokade jalan.

Kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Morles memblokir jalan-jalan utama La Paz, ibu kota Bolivia, selama 19 hari berunjuk rasa menentang kebijakan ekonomi Presiden Luis Arce dan menuduh pemerintah tidak adil saat mengadili Evo Morales.

"Saya, dan sejumlah aktivis, akan melakukan mogok makan. Pemerintah harus menarik semua personel militer dan polisi," lanjut Morales di postingannya.

Morales mendesak pemerintah menyetujui dialog masalah ekonomi dan politik, dan berjanji meminta organisasi internasional dan negara-negara sahabat memediasi.

Morales yang kharismtik digulingkan lewat kudeta sipil, yang memaksanya mengundurkan diri. Ia anti-Barat, yang membuat Washington menjadikannya sasaran untuk digulingkan.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh Elon Musk mendanai kudeta sipil Evo Morales. Tuduhan yang tidak dibantah Musk. Bahkan Musk mengatakan ia bisa mengkudeta siapa saja yang ingin digulingkan.

Namun, Morales terlalu kharismatik untuk ditinggalkan pendukungnya. Kelompok-kelompok yang setia kepadanya bergerak menekan pemerintah Presiden Luis Arce.

Presiden Luis Arce mengeluarkan, Rabu lalu, mengeluarkan ultimatum yang mengancam akan menjalankan kekuasaan konsitusional kecuali blokade jalan dicabut.

Polisi, Jumat 1 November, membongkar beberapa barikade yang didirikan di sepanjang jalan raya yang menghubungkan Cochabamba dengan sebelah barat negara di pegunungan Andes itu.

Sebanyak 19 petugas polisi dirawat di rumah sakit akibat bentrokan dengan pengunjuk rasa di dekat kota Parotani. Eduardo del Castillo, menteri sekretaris negara, mengumumkan 66 orang ditangkap.

Presiden Arce mengatakan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Morales merebut tiga pangkalan militer di Propinsi Cochabamba, dan menyandera tentara dan keluarga mereka.

Morales memenangkan pemilihan presiden taun 2006. Tahun 2019 ia melaikan diri di tengah aksi protes an kerusuhan akibat tuduhan kecurangan pemilu. Morales mengklaim dirinya dikudeta oleh kelompok dukungan AS.

Semula, Arce dan Morales adalah sekutu. Kini, keduanya rival sengit yang memperebutkan kendai atas Partai Gerakan Sosialisme.

Bulan lalu, pengadilan Bolivia mengeluarkan surat penangkapan untuk Morales atas tuduhan pemerkosaan dan perdagangan manusia. Morales diduga berhubungan seks dengan anak di bawah umur.

Morales membantah semua tuduhan itu, dengan mengatakan; "Semua tuduhan itu bermotif politik."

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.