REQNews.com

Bawa 13 Tuntutan, Mahasiswa Akan Kepung Istana Gelar Aksi 'Indonesia Gelap' Besok saat Pelantikan Kepala Daerah

News

Wednesday, 19 February 2025 - 14:31

Ilustrasi Mahasiswa  (Foto:Istimewa)Ilustrasi Mahasiswa (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali menggelar aksi 'Indonesia Gelap' di depan Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis 20 Februari 2025 besok.

Aksi puncak 'Indonesia Gelap'  itu dilakukan bertepatan dengan momen pelantikan 481 kepala daerah terpilih.

Menurut Koordinator Pusat BEM SI, Herianto puncak aksi digelar saat momentum yang tepat agar kepala daerah juga ada beban dan tanggungjawab dengan kebijakan pro kepada rakyat.

"Ya benar, kita mengambil momentum itu," ucap Herianto, Rabu 19 Februari 2025.

Herianto, menegaskan bahwa momen tersebut diambil agar kepala daerah ada beban dan tanggung jawab yang harus segera di jalankan untuk mensejahterakan rakyatnya yang bisa menghadirkan kebijakan yang pro rakyat.

Herianto mengatakan jumlah massa yang akan turun aksi 'Indonesia Gelap' akan lebih besar mengingat tuntutan mereka hingga kini tidak mendapatkan respons positif dari pemerintah.

Herianto membeberkan tuntutan aksi dari aliansi BEM SI terdapat 13 poin bertajuk 'Indonesia Gelap' diantaranya evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berikut tuntutan mahasiswa dalam aksi 'Indonesia Gelap'

1. Cabut proyek strategis nasional (PSN)
2. Wujudkan reformasi agraria sejati
3. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis
4. Tolak revisi UU MINERBA
5. Hapuskan Multifungsi ABRI
6. Sahkan RUU Masyarakat Adat
7. Cabut INPRES No. 1 tahun 2025
8. Evaluasi total MBG
9. Realisasikan anggaran tunjangan kinerja (Tukin) dosen
10. Desak Prabowo keluarkan Perpu perampasan aset
11. Tolak RUU TNI, Polri dan Kejaksaan, Efisiensi Kabinet Merah Putih
13. Tolak revisi Peraturan DPR tentang Tata Tertib; dan reformasi Polri

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.