REQNews.com

Diwawancara 4 Jam Soal Oleh Jurnalis Senior Soal RUU TNI, Prabowo: Tidak Ada Niat Dwifungsi ABRI

News

Tuesday, 08 April 2025 - 16:30

Presiden RI Prabowo Subianto (Foto:Tangkapan Layar/Reqnews)Presiden RI Prabowo Subianto (Foto:Tangkapan Layar/Reqnews)

BOGOR, REQnews - Sesi wawancara Presiden Prabowo Subianto oleh tujuh jurnalis senior berlangsung selama empat jam. Adapun wawancara yang dilakukan terkait topik yang hangat menjadi perbincangan publik. 

Tujuh jurnalis senior tersebut yaitu Pemimpin Redaksi tvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemimpin Redaksi detikcom Alfito Deannova Ginting, Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis, Founder Narasi Najwa Shihab, Pemimpin Redaksi SCTV-Indonesiar Retno Pinasti dan Pemimpin Redaksi/Penanggung  Jawab Harian Kompas Sutta Dharmasaputra. 

Dua jurnalis senior, Najwa Shihab dan Uni Lubis pun mempertanyakan perihal urgensi RUU TNI yang sempat menimbulkan gejolak demonstrasi karena dinilai bisa membangkitkan dwifungsi ABRI. 

“Apa, sih, urgensinya? RUU TNI harus dibahas begitu cepat. Ini, kan, masuk Prolegnas 2025, 18 Februari, 20 Maret itu sudah sidang paripurna. Jadi, apa sebetulnya urgensi bahwa UU TNI harus segera direvisi?” kata Uni Lubis.

Prabowo pun menjawab bahwa pihaknya tidak ada niat mengembalikan dwifungsi ABRI. Ia menyebut hanya memperpanjang masa kerja beberapa tinggi TNI sebelum pensiun. 

“RUU TNI dipercepat karena kita mengalami suatu fenomena dalam beberapa tahun itu, ya, Panglima TNI setahun ganti, Kasad setahun ganti, karena usianya habis. Waktu dia untuk kariernya, begitu mau dipakai, usia habis,” kata Prabowo. 

Mantan Menteri Pertahanan RI ini juga menegaskan jika RUU TNI adalah bentuk efisiensi supaya struktur organisasi tersebut tidak berubah-ubah dalam waktu yang singkat. 

“Di mana kita bisa punya suatu organisasi yang pemimpinnya ganti tiap tahun? Nah, di situ saya sebetulnya bilang, ini kalau tidak ini berapa jenderal kita harus ganti sekarang?” katanya. 

Ia pun menegaskan jika tidak ada niat untuk membangkitkan dwifungsi ABRI. 

“Jadi, saya mohon, kalau bisa, inti daripada RUU TNI ini sebetulnya hanya memperpanjang usia pensiun beberapa perwira tinggi. Enggak ada niat TNI mau dwifungsi lagi, come on. Nonsense itu saya katakan,” katanya.

Selain itu, founder media Narasi, Najwa Shihab juga bertanya soal RUU TNI yang dianggap tidak transparan karena digelar secara tertutup. Prabowo menegaskan jika tidak ada yang salah dalam hal tersebut. 

“Prosesnya yang tidak transparan, draft yang terkadang, kerap kali tidak terbuka. Bahkan sudah diketok belum dikasih tahu. Pertemuan-pertemuan bukan di lembaga DPR, tetapi di luar ruangan parlemen, begitu,” kata Najwa Shihab. 

Prabowo juga menegaskan bahwa mekanisme tersebut telah berjalan selama belasan tahun. Meski demikian, ia tidak menampik jika perbaikan diperlukan. 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.