Ditangkap, Ini Motif Pelaku Siksa dan Bakar Bocah 4 Tahun di Tangerang
JAKARTA, REQNews - Akhirnya polisi berhasil menangkap dan mengungkap motif kasus pembunuhan terhadap bocah 4 tahun inisial MA yang ditemukan tewas di dalam rumah kontrakan di Tangerang, Banten.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengungkapkan motif HB (38) melakukan penganiayan dan membakar bocah 4 tahun tersebut karena kesal dan dendam pada kakak ibu korban.
"Motifnya, karena tersangka kesal terhadap korban yang sedang menginap di kontrakan pelaku, tetapi tiba-tiba terbangun pada malam hari, " ujar Kombes Wira, Rabu 30 April 2025.
Saat itu sekitar pukul 23.00 WIB tersangka tertidur bersama dengan korban. Ketika Minggu 27 April 2025 sekira pukul 00.15 korban terbangun dan menangis meminta dibuatkan susu. Pelaku kesal korban terbang tengah malam.
Tak hanya itu, tersangka juga mengaku dendam kepada kakak dari ibu korban. Pasalnya, hubungan asmaranya dengan ibu korban tidak direstui oleh kakak ibu korban (Pacar HB).
"Kakak dari ibu korban tidak merestui hubungan pelaku. Sehingga melampiaskan dendamnya kepada korban anak," sambungnya.
Selanjutnya, lantaran tersangka juga masih kesal, ia langsung memukul bagian kepala korban menggunakan tangan kosong sebanyak tiga kali. Lalu, membawa korban ke kamar mandi.
Lalu tersangka memegang kepala dan mendorongnya ke bak (ember) berisi air dengan posisi tangan di belakang.
Adapun tersangka melakukan itu selama 2-3 menit hingga korban tak sadarkan diri. Setelah itu tersangka meletakkan tubuh korban di atas kasur.
Kemudian tersangka menumpukkan pakaian-pakaian yang ada di dalam kamar dan mulai membakar pakaian tersebut.
Tersangka lalu kabur meninggalkan TKP dan membuang kunci ke selokan.
Sebelumnya, seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun inisial MA di Kampung Kresek, Desa Rawa Burung, Kosambi, Kabupaten Tangerang ditemukan tewas terbakar seluruh tubuhnya di dalam sebuah kontrakan yang dikunci.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
