Rusia Angkat Bicara Soal Proyek Golden Dome AS, Maria Zakharova: Itu Pendekatan Gegabah
Moskwa, REQNews.com -- Rusia angkat bicara soal proyek Golden Dome Presiden AS Donald Trump, dengan menyebutnya pendekatan gegabah.
"AS mengambil pendekatan gegabah terhadap stabilitas global melalui upaya membangun sistem pertahanan rudal antibalistik di seluruh dunia," kata Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.
Golden Doma adalah sistem pertahanan berlapis yang mampu mencegat ancaman jarak jauh. Sistem ini, kata si empunya proyek, akan mencakup pencegat berbasis ruang angkasa dan opsi serangan pendahuluan. Kantor Anggaran Kongres memproyeksikan biaya program ini melebihi 542 miliar dolar AS selama dua dekade.
Zakharova mengatkan rencana itu secara langsung merusak fondasi stabilitas strategis, sebuah pandangan yang juga dianut Tiongkok. Menurut Zakharova, Rusia dan Cina telah menguraikan kekhawatiran dalam sebuah pernyataan bersama awal bulan lalu.
Rusia dan Cina, dan pernyataan bersama itu, menuduh Washington mengabaikan hubungan antara kekuatan strategis ofensif dan defensif -- sebuah prinsip yang digambarkan sebagai hal penting untuk menjaga keseimbangan global.
Moskwa dan Beijing juga mengkritik pernyataan AS tentang luar angkasa sebagai wilayah pertempuran, dan fakta bahwa Golden Dome memerlukan militerisasi luar angkasa.
Zakharova meminta AS mempertimbangkan kembali posisinya dan mendukung perjanjian yang diusulkan Rusia, yang bertujuan melarang penyebaran senjata di luar angkasa. Tindakan seperti itu, menurutnya, akan mengurangi risiko perlombaan senjata di luar atmosfer Bumi.
Sebelumnya, Korea Utara mengatakan negara-negara yang merasakan ancaman AS akan dipaksa memperluas persenjataan mereka sebagai tanggapan atas penyebaran Golden Dome.
Tahun 2002, Presiden George W Bush menarik diri dari perjanjian bilateral degnan Rusia, yang membatasi pengembangan teknologi rudal antibalistik. Bush berpendapat langkah itu diperlukan untuk mempertahankan diri dari negara nakal.
Presiden Vladimir Putin mengatakan keputusan AS memaksa Moskwa mengembangkan senjata nuklir canggih yang mampu menembus perisai rudal apa pun, untuk mempertahankan pencegahan strategis.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.