REQNews.com

Fadli Zon Sebut Tidak Ada Pemerkosaan Massal 98 Buat Anggota DPR Ini Menangis

News

Kamis, 03 Juli 2025 - 13:30

Fadli Zon (Foto:Istimewa)Fadli Zon (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Jawaban Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon perihal pemerkosaan massal 1998 membuat Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijaya menangis. My Esti kecewa dengan pernyataan Fadli Zon yang dinilai tidak peka terhadap peristiwa tersebut. 

Awalnya Fadli Zon sudah membaca data dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) tentang kerusuhan 1998. Hal ini dilakukan dalam Rapat Kerja Komisi X bersama Fadli di kompleks parlemen, Senayan. 

"Memang ada data dari TGPF, data ini saya punya dan saya sudah baca di tahun '98 data TGPF ini dan saya punya bundelnya lebih lengkap dan cukup banyak, kita bisa berdebat kalau ada, kita harus kutuk dan kita harus kecam dan harus orang yang melakukan itu harus ada," kata Fadli Zon.

Adapun alasan Fadli memperdebatkan kasus pemerkosaan massal 1998 karena adanya beberapa narasi adu domba yang beredar di tengah publik. 

"Ditulis di majalah Tempo ini kan mengadu domba, begitu juga mereka yang melakukan perkosaan massal itu berambut cepak arahnya ke militer. Kita tidak ingin ini menjadi narasi adu domba dan kita kemudian mengenyamnya ketelitian, pendokumentasian yang kokoh itu masalahnya," katanya. 

Meski demikian ia tetap mengakui telah terjadi pemerkosaan namun hal tersebut sulit diakui secara hukum karena dinilai tidak ada fakta dan pelaku pemerkosaan. 

"Jadi kita tidak ingin narasi ketika itu, apalagi waktu itu itu juga dimuat di berbagai situs seolah-olah perkosaan massal, tapi foto-fotonya itu adalah foto-foto di Hong Kong, di Jepang, dan dari situs-situs," katanya. 

Sementara itu, My Esti mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Fadli Zon. 

"Pak Fadli Zon ini bicara kenapa semakin sakit ya soal pemerkosaan mungkin sebaiknya tidak perlu di forum ini, Pak, karena saya pas kejadian itu juga ada di Jakarta sehingga saya tidak bisa pulang beberapa hari, tetapi ini semakin menunjukkan Pak Fadli Zon tidak punya kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi korban perkosaan," katanya.

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.