REQNews.com

Imbas Pernyataan Kontroversial Soal Pemerkosaan Massal Mei 1998, Kini Muncul Petisi Copot Fadli Zon dari Jabatan Menbud

The Other Side

Tuesday, 24 June 2025 - 20:00

Imbas Pernyataan Kontroversial Soal Pemerkosaan Massal Mei 1998, Kini Muncul Petisi Copot Fadli Zon dari Jabatan Menbud.Imbas Pernyataan Kontroversial Soal Pemerkosaan Massal Mei 1998, Kini Muncul Petisi Copot Fadli Zon dari Jabatan Menbud.

JAKARTA, REQnews - Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyangkal adanya pemerkosaan massal saat tragedi Mei 1998, kini berbuntut panjang. Muncul petisi online yang mendesak agar Fadli Zon dicopot dari jabatannya sebagai Menbud.

Diketahui sebelumnya, dalam sebuah wawancara Fadli Zon sempat melontarkan pernyataan bahwa pemerkosaan banyak perempuan etnis Tionghoa yang terjadi saat tragedi Mei 1998 hanyalah sebatas rumor belaka.

Hal ini pun langsung menuai kritik dari banyak pihak. Usai dikritik, alih-alih meminta maaf ke publik, Fadli Zon justru mengklarifikasi soal konteks penggunaan kata "massal" yang dilontarkannya.

Hingga akhirnya, pada 22 Juni 2025 muncul petisi online yang berisi desakan agar Fadli Zon turun dari jabatannya sebagai Menteri Kebudayaan. Petisi ini diinisiasi oleh organisasi pergerakan social bernama Suluh Pergerakan.

Petisi ini dibagikan lewat akun X, @suluhpergerakan dengan tautan change.org/pecatfadlizon dan telah ditandatangani oleh lebih dari 1900 masyarakat sejak pembuatan petisi pada 21 Juni 2025.

Pada deskripsi petisi tersebut, Suluh Pergerakan mengecam pernyataan kontoversial Fadli Zon. Mereka berpandangan bahwa pernyataan tersebut tak pantas dilontarkan oleh seorang Menteri Kebudayaan.

Tak hanya itu, petisi tersebut juga menyuarakan seruan untuk penghentian revisi sejarah yang menyangkal tragedi rudapaksa massal Mei 1998.
 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.