REQNews.com

Uni Eropa Ancam Perang Dagang Besar-Besaran dengan AS

News

Minggu, 13 Juli 2025 - 17:01

Negara-negara Uni Eropa (Foto:Istimewa)Negara-negara Uni Eropa (Foto:Istimewa)

BRIDGEWATER, REQNews - Uni Eropa (UE) siap mengambil langkah pembalasan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru sebesar 30 persen terhadap produk dari dari 27 negara anggotanya.

UE mengancam akan perang dagang besar-besaran merespons tarif yang diumumkan Sabtu 12 Juli 2025 dan akan diberlakukan mulai 1 Agustus 2025 itu.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Dalam pernyataan resminya, dia menekankan komitmen Uni Eropa terhadap dialog dan stabilitas, dan kemitraan transatlantik yang konstruktif. Namun, dia juga memperingatkan UE akan mengambil tindakan proporsional untuk melindungi kepentingan UE, termasuk balasan tarif.

"Komitmen kami adalah pada kemitraan transatlantik yang konstruktif. Tapi kami tidak akan ragu membela kepentingan Uni Eropa dari kebijakan sepihak yang merugikan," katanya dalam pernyataan resmi, dilansir dari AP, dikutip Minggu 13 Juli 2025.

Sementara Pemerintah Italia juga langsung merespons pengumuman tarif Trump. Italia mendukung respons UE. Memicu perang dagang di tengah situasi global yang genting saat ini dinilai sangat tidak masuk akal.

"Kami percaya pada niat baik semua pemangku kepentingan untuk mencapai kesepakatan yang adil yang dapat memperkuat Barat secara keseluruhan, mengingat terutama dalam skenario saat ini, tidak masuk akal untuk memicu perang dagang antara kedua belah pihak di Atlantik," kata kantor Perdana Menteri Giorgia Meloni dalam pernyataannya.

Sementara Donald Trump sebelumnya mengumumkan tarif baru sebesar 30 persen terhadap UE dan Meksiko tersebut melalui unggahan di media sosialnya. Dalam surat kepada Presiden Komisi Eropa, Trump menyebut defisit perdagangan AS sebagai ancaman keamanan nasional.

"Kami telah bertahun-tahun membahas hubungan dagang kita. Kesimpulannya jelas, kami harus mengakhiri defisit besar ini yang timbul akibat tarif dan hambatan non-tarif dari pihak Uni Eropa. Hubungan dagang kita sayangnya jauh dari resiprokal," tulis Trump. 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.