REQNews.com

Donald Trump Ngaku-ngaku Beri Bantuan Hampir Rp1 Triliun untuk Gaza, Ternyata Cuma Rp50 Miliar

News

Monday, 04 August 2025 - 13:01

Donald Trump  (Foto: AP /Evan Vucci)Donald Trump (Foto: AP /Evan Vucci)

WASHINGTON, REQNews - Presiden Amerika Serkat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya telah mengirim bantuan untuk Jalur Gaza 60 juta dolar AS atau sekitar Rp989,4 miliar.

Namun seorang sumber pejabat Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan bahwa hanya 10 persen atau 5 persen atau 3 juta dolar atau sekitar Rp50 miliar yang telah diberikan ke Gaza.

Hal itu dibeberkan Surat kabar The Washington Post, mengutip keterangan seorang sumber pejabat Deplu AS, melaporkan pemerintah AS baru mencairkan 3 juta dolar bantuan untuk Gaza yang disalurkan melalui Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), lembaga kontroversial yang memonopoli bantuan ke wilayah kantong tersebut.

Menurut pejabat itu, Deplu mengalokasikan bantuan 30 juta dolar menggunakan anggaran dari Bantuan Bencana Internasional AS untuk mendukung GHF. Dari total bantua tersebut, hanya 10 persen atau sekitar 3 juta dolar yang telah disalurkan.

Namun pejabat Deplu itu menolak untuk merespons pernyataan Trump yang disampaikan pada Senin dan Kamis pekan lalu bahwa pemerintahannya telah mengirim bantuan 60 juta dolar.

Dalam beberapa kesempatan Trump menyebut AS telah memberi bantuan begitu banyak untuk Gaza, namun tak ada yang mengucapkan terima kasih.

"Kami memberikan 60 juta dolar beberapa pekan lalu. Tidak ada yang membicarakan tentang itu. Tidak ada yang mengucapkan terima kasih," katanya, kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis lalu.

Lembaga HAM internasional menggambarkan pusat-pusat pendistribusian bantuan GHF di Gaza sebagai jebakan maut  ladang pembantaian.

Menurut laporan PBB, pasukan Israel membunuh lebih dari 1.300 warga Palestina yang antre makanan di beberapa pusat distribusi GHF sejak lembaga itu mulai beroperasi pada 27 Mei 2025. 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.