REQNews.com

Tragedi Ponpes Al Khoziny, 67 Santri Meninggal dan 5 Cacat Seumur Hidup

News

Wednesday, 15 October 2025 - 11:00

Mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo (Foto: SuaraSurabaya)Mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo (Foto: SuaraSurabaya)

JAKARTA, REQNews - Tragedi ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menyisakan duka mendalam, sebanyak 67 santri meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami cacat seumur hidup.

Hal itu diungkapkan, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Peristiwa memilukan tersebut memakan jumlah korban yang begitu besar menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu tragedi paling kelam di lingkungan pesantren di Indonesia. Dia menyebutkan dampak musibah ini melebihi bencana alam yang pernah terjadi di sektor pendidikan keagamaan.

“Tragedi musibah bencana alam tidak pernah sebesar jumlah ini, dengan jumlah korban begitu besar 67 siswa santri meninggal dunia dan lebih dari 5 orang mengalami cacat fisik seumur hidup,” ujar Cak Imin dalam keterangannya, Selasa 14 Oktober 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin setelah menerima laporan resmi dari pemerintah daerah dan tim penanganan darurat di lokasi kejadian musala ambruk di Ponpes Al Khoziny. Dia menegaskan, pemerintah kini sedang fokus pada penanganan korban serta pendampingan bagi keluarga santri yang terdampak.

Cak Imin mengungkapkan salah satu korban dalam peristiwa nahas tersebut merupakan keluarga dari pejabat pemerintah, yakni Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi.

“Termasuk cucu keponakan Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Arifah Fauzi. Beliau ini asli Madura, korban peristiwa itu mayoritas adalah (siswa asal) Madura,” katanya.

Saat ini, proses identifikasi korban masih berlangsung dan pihak berwenang terus berkoordinasi dengan keluarga.

Cak Imin juga menyampaikan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk bergerak cepat menangani dampak tragedi tersebut. Presiden menekankan pentingnya evaluasi terhadap keamanan bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Instruksi Presiden ini mencakup langkah cepat penanganan korban, pemeriksaan struktur bangunan pesantren, hingga peningkatan standar keselamatan fasilitas pendidikan berbasis asrama.
 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.