PPATK Ungkap Transaksi Judi Online Tahun Ini Turun hingga Rp155 Triliun Dibanding 2024
JAKARTA, REQNews - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan penurunan angka transaksi judi online (judol) di Indonesia. Pada tahun ini turun Rp155 triliun lebih rendah dibandingkan pada 2024.
"Saya sampaikan memang terjadi penurunan sangat signifikan. Sekali lagi, saya tegaskan terjadi penurunan sangat signifikan terkait dengan jumlah transaksi judi online. Jika 12 bulan sepanjang tahun 2024, transaksi judi online itu sudah sampai mencapai Rp359 triliun. Per hari ini di tahun 2025, kita berhasil menekan sampai Rp155 triliun, sampai kuartal ketiga di tahun 2025," kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana usai bertemu dengan Menkomdigi, Meutya Hafid di Kantor PPATK, Jakarta Pusat, Kamis 6 November 2025.
Ivan menambahkan dengan kolaborasi yang sangat kuat dan di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, telah terjadi penurunan sampai 57% transaksi terkait dengan judi online.
Hal tersebut juga terjadi pada penurunan deposito, penurunan deposit terkait dengan judi online. Jika tahun 2024 lalu deposit masyarakat yang bermain judi online itu sampai menyentuh angka Rp51 triliun sepanjang 12 bulan, maka per hari ini deposit hanya mencapai Rp24,9 triliun, atau turun lebih dari 45 persen.
Ivan juga mengungkap ada penurunan jumlah pemain judi online yang memiliki penghasilan di bawah Rp5 juta sebanyak 67,92 persen.
"Kita sudah pernah menyampaikan bahwa 80% pemain judi online itu adalah saudara-saudara kita yang berpenghasilan Rp5 juta atau kurang. Nah saat ini dibandingkan tahun 2024 jumlah pemain dengan kategori penghasilan rendah sudah berkurang 67,92%. Artinya pemain-pemain dengan jumlah penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan itu berkurang sebanyak 67,92%. Secara keseluruhan jumlah pemain judi online per hari ini hingga kuartal 3 kemarin, sudah berkurang 68,32% dibandingkan dengan tahun 2024," ucapnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.