Lima Tahun Tanpa Jejak: Orang Tua Tiga Bocah Hilang Desak Polda Sumut Buka Ulang Kasus
LANGKAT, REQNews - Lima tahun setelah tiga bocah dari Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Salapian, Langkat, hilang tanpa jejak, orang tua mereka kembali mendatangi Markas Polda Sumatera Utara. Mereka membawa satu permintaan yang sama: kasus ini jangan lagi menjadi arsip dingin.
Ketiganya, Yogi Tri Herlambang, Nizam Aufa, dan Alfisa, masing-masing berusia tujuh tahun saat hilang lenyap pada 18 Oktober 2020. Hari itu mereka terlihat terakhir kali berdiri di pinggir areal perkebunan PT Langkat Nusantara Kepong, memperhatikan alat berat yang menggali parit. Sesaat kemudian, mereka raib seperti ditelan tanah.
“Awalnya cuma lihat alat berat bekerja. Lalu hilang begitu saja tanpa jejak,” kata Alamsyah Putra, ayah salah satu korban, Sabtu 15 November 2025, di halaman Polda Sumut.
Pencarian dilakukan besar-besaran selama beberapa minggu pertama oleh warga, aparat desa, Polres Langkat hingga Polda Sumut. Petugas menyisir perkebunan, parit, kebun sawit, hingga aliran sungai kecil di sekitar lokasi. Namun tidak ada temuan, tidak ada pakaian, tidak ada jejak kaki, tidak ada barang yang tertinggal.
Meski penyelidikan formal mandek, keluarga korban dan warga Desa Naman Jahe melakukan pencarian setiap hari secara bergantian, ritual yang terus berlangsung lima tahun terakhir. Mereka menyisir titik-titik lama dan membuka area baru, berharap menemukan secercah petunjuk.
Kawasan perkebunan yang luas, akses jalan yang buruk, dan minimnya pengawasan di area industri perkebunan besar. Namun bagi keluarga korban, semua itu bukan alasan untuk menyerah.
Kedatangan para orang tua ke Polda Sumut bukan sekadar melapor ulang. Mereka menuntut atensi, meminta kasus dibuka kembali, dan menaruh harapan pada kepemimpinan baru di jajaran kepolisian.
“Harapan kami Kapolda bisa membantu menuntaskan hilangnya anak kami,” kata Alamsyah.
Mereka bahkan membuka kemungkinan bahwa kasus ini dapat memiliki pola yang sama dengan hilangnya Bilqis, bocah Makassar yang ditemukan setelah dibawa lintas pulau hingga Jambi.
“Mungkin bisa bekerja sama dengan Polrestabes Makassar. Mana tahu ada keterkaitan,” ujarnya.
Tidak ada saksi hidup yang melihat bagaimana tiga bocah itu lenyap. Tidak ada CCTV, tidak ada suara teriakan, tidak ada kendaraan mencurigakan. Hilangnya terlalu senyap untuk desa yang tidak terlalu ramai.
“Lima tahun pun kami tetap mencari,” kata salah satu ayah korban. “Sampai ada kepastian, kami tidak akan berhenti.”
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.