REQNews.com

Pura-Pura Mati untuk Selamat, Kisah Mencekam Arman di Malam Kelam Barombong

News

Minggu, 07 Desember 2025 - 04:00

Ilustrasi Pasien  (Foto: Ilustrasi)Ilustrasi Pasien (Foto: Ilustrasi)

GOWA, REQNews - Suasana tenang di Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, pecah oleh kabar memilukan pada Jumat malam. Arman Iswanto (23), anak muda yang dikenal pendiam dan pekerja keras, menjadi korban keganasan geng motor yang kembali meresahkan warga.

Malam itu, sekitar pukul 22.00 Wita, Arman baru saja pulang dari Pelabuhan Makassar setelah memesan tiket kapal. Ia bersiap berangkat merantau ke Kalimantan untuk bekerja sebagai buruh bangunan sebuah harapan baru untuk membantu keluarganya.

Namun takdir berkata lain. Saat melintas di jalan poros Tangngalla, hanya beberapa ratus meter dari rumah, Arman dihentikan sekelompok orang bersepeda motor. Sekitar sepuluh orang, semua bertutup wajah.

“Saat ditempat sepi, saya dihadang. Waktu itu saya sendirian, jalan gelap sekali,” tutur Arman lirih dari ranjang perawatan RSUD Syekh Yusuf, Gowa, Sabtu 6 Desember 2025.

Beberapa pelaku menyerempet motornya, berusaha merampas kendaraan. Arman memilih melawan keputusan yang membuatnya langsung ditebas. Sabetan tajam itu menghantam kepalanya, membuat darah mengucur deras.

Sadar nyawanya terancam, Arman melepaskan motornya dan berlari sambil menekan kepala yang robek. Namun baru beberapa langkah, ia kembali menjadi sasaran.

“Tiba-tiba pinggang saya kena busur,” ucapnya.

Kesakitan luar biasa membuat pandangannya gelap. Dalam kepanikan, Arman memilih berpura-pura mati. Keputusan itu menyelamatkan hidupnya. Para pelaku kabur, meninggalkannya tergeletak di pinggir jalan.

Tak lama, warga berdatangan dan menolong Arman menuju rumah sakit.

Rencana Arman merantau akhirnya kandas. Luka tebasan di kepala dan busur di pinggang membuatnya terbaring lemah. Di sampingnya, sang ibu, Darma, berjuang menghadapi kenyataan lain, biaya rumah sakit.

“Saya terpaksa rawat umum karena BPJS tidak menanggung korban pembusuran,” ungkapnya, mata berkaca-kaca.

Ia sudah membayar Rp700 ribu untuk administrasi dan kebutuhan darah. Tidak hanya itu, Darma kini harus mencari Rp5 juta untuk biaya operasi.

“Uang operasinya belum ada. Saya masih cari. Semoga ada bantuan,” ucapnya pelan.

Di tengah luka yang belum kering, Arman dan keluarganya hanya berharap para pelaku segera ditangkap.

Ketua Komisi III DPRD Gowa, Andi Lukman, angkat suara. Ia menegaskan pemerintah daerah harus segera bertindak menghadapi aksi brutal geng motor yang terus memakan korban.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Sudah banyak warga menjadi korban. Pemerintah dan aparat harus serius, ini amanah konstitusi,” katanya.

Di ruang perawatan itu, Arman memegangi luka di kepalanya, sementara ibunya memikirkan biaya yang belum ia miliki. Di luar sana, para pelaku masih bebas.

Dan warga Gowa kembali bertanya-tanya, sampai kapan teror geng motor dibiarkan merusak hidup orang yang tak bersalah?

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.