REQNews.com

Hari Kedua Modifikasi Cuaca, BPBD DKI Sebar 2,4 Ton Garam di Langit Jawa

News

Sunday, 18 January 2026 - 13:00

Ilustrasi proses Teknologi Modifikasi Cuaca (Foto:Istimewa)Ilustrasi proses Teknologi Modifikasi Cuaca (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali menggelar operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem. Pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu 17 Januari 2026, penyemaian awan difokuskan di wilayah perairan utara Pulau Jawa.

Langkah ini dilakukan untuk mengalihkan hujan agar turun lebih banyak di laut, sehingga intensitas curah hujan yang masuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya dapat dikurangi. Dengan cara tersebut, risiko genangan dan banjir di Ibu Kota diharapkan bisa ditekan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan modifikasi cuaca dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Pelaksanaan OMC disesuaikan dengan hasil pemantauan dinamika cuaca yang terus diperbarui,” ujar Yohan dalam keterangan resminya, Minggu 18 Januari 2026.

Ia menambahkan, BPBD DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan BMKG dan TNI Angkatan Udara untuk melakukan evaluasi harian selama periode 16 hingga 22 Januari 2026. Evaluasi tersebut bertujuan menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Informasi peringatan dini cuaca dan kondisi kebencanaan dapat diakses melalui layanan Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta media sosial resmi @bpbddkijakarta,” kata Yohan.

Pada hari kedua operasi ini, total bahan semai yang digunakan mencapai 2,4 ton Natrium Klorida (NaCl). Penyemaian dilakukan menggunakan pesawat yang terbang pada ketinggian antara 8.000 hingga 12.000 kaki.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.