Detik-detik Eks Pekerja Sindikat Penipuan Online di Kamboja yang Desak Pemerintah RI Ringankan Denda dengan Kirim Hercules
JAKARTA, REQnews - Detik-detik video WNI yang merupakan eks pekerja sindikat penipuan online di Kamboja mendesak pemerintah Indonesia membantu meringankan denda overstay dan melakukan evakuasi dengan mengerahkan pesawat Hercules pada Senin 2 Februari 2026. Desakan ini mengemuka di tengah kekhawatiran keamanan menyusul operasi besar-besaran aparat.
Kemenlu RI mengemukakan bahwa lonjakan laporan WNI ke KBRI Phnom Penh, dengan 2.887 orang meminta bantuan pemulangan pada 16–31 Januari 2026. Lonjakan ini dipicu operasi gabungan pemerintah China–Kamboja untuk memberantas sindikat penipuan dan judi online yang memicu kepanikan serta kaburnya warga asing, termasuk WNI. Para pekerja tersebut umumnya ditugaskan menipu korban dari negara asal mereka masing-masing.
Hingga kini pemerintah Indonesia telah memulangkan 36 WNI pada gelombang pertama pada Jumat (30/1/2026), sementara ribuan lainnya masih dalam proses. Kemlu juga tengah bernegosiasi dengan otoritas Kamboja agar mereka dibebaskan dari denda overstay. Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan akar masalah denda tersebut.
“Karena kerja di sindikat penipuan online, maka mereka tak dibuatkan visa long term, hingga overstay. Nah, overstay di Kamboja ada penaltinya, harus dibayarkan USD 10 sehari. Ada yang harus bayar sampai USD 3.650. Kita sedang nge-push, bukan hanya diskon 50% atau 80% tapi kalau bisa 100%. KBRI memastikan kebutuhan dasar WNI terpenuhi selama menunggu proses kepulangan ke Indonesia,” kata Santo.
Warganet yang menyaksikan video ini geram dan berkomentar di media sosial.
“Berangkat kesana kan pengen kaya raya, kenapa minta pulang?,” kata warganet.
“Loh ?? kan pas ksana pilihan kalian, knapa triak2 skrg ?,” kata warganet.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
