REQNews.com

Video Dugaan Penyekapan Pegawai Ekspedisi Viral, Polisi Lakukan Penyelidikan

News

Senin, 09 Februari 2026 - 10:01

Ilustrasi penyekapan dan penganiayaanIlustrasi penyekapan dan penganiayaan

JAKARTA, REQNews - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga pegawai jasa ekspedisi di kawasan Sunter, Jakarta Utara, disekap, viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Kepolisian pun membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan tengah melakukan pendalaman.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro, menjelaskan bahwa kejadian itu bermula dari dugaan penggelapan barang milik konsumen oleh pegawai yang bersangkutan. Dalam kasus ini, pegawai tersebut diduga tidak bekerja sendiri, melainkan bersama seorang oknum sopir.

Menurut Handam, pihak perusahaan ekspedisi telah lebih dulu mengganti kerugian konsumen atas barang yang hilang. Setelah itu, perusahaan meminta pertanggungjawaban kepada karyawan yang diduga terlibat dalam penggelapan tersebut.

“Karena pihak J&T telah mengganti kerugian kepada konsumen, maka perusahaan meminta pertanggungjawaban kepada karyawan yang bersangkutan,” ujar Handam kepada wartawan di Jakarta, dikutip Senin 9 Februari 2026.

Dalam perkembangan selanjutnya, salah satu pihak keluarga karyawan tersebut menghubungi kantor hukum dan melaporkan kejadian itu melalui call center Polri 110. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Setelah menerima aduan, kami segera menurunkan personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok ke lokasi sesuai laporan,” jelas Handam.

Di lokasi kejadian, polisi melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan dan karyawan terkait. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan, tanpa membuat laporan polisi secara resmi.

Meski demikian, Handam menegaskan bahwa kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengklarifikasi peristiwa tersebut, baik terkait dugaan penggelapan barang maupun isu penyekapan yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kami tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya,” tegasnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.