DPR Dukung Langkah Pemerintah Tunda 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza
JAKARTA, REQNews – Penundaan pengiriman sekitar 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza menuai respons dari Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono. Ia menilai keputusan pemerintah sebagai langkah diplomatis yang realistis dan tidak menandakan penurunan komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian dunia.
Menurut Dave, keputusan menunda keberangkatan pasukan perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas, termasuk dinamika geopolitik dan kondisi keamanan di wilayah tujuan.
"Penundaan ini bukan berarti melemahkan komitmen, melainkan bagian dari strategi kehati-hatian agar kontribusi Indonesia benar-benar efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pasukan maupun stabilitas regional," ujar Dave, Rabu 18 Maret 2026.
Dave menekankan bahwa Indonesia tetap konsisten mendukung perdamaian internasional dan akan terus berkoordinasi dengan PBB serta mitra internasional, agar kehadiran pasukan perdamaian Indonesia dapat memberikan stabilitas di Gaza.
"Dengan demikian, keputusan ini harus dipahami sebagai langkah diplomatis yang realistis, bukan pengurangan komitmen. Komisi I DPR RI bersama Pemerintah tetap berdiri tegak dalam mendukung misi perdamaian, dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab," tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah secara resmi menunda pengiriman pasukan ke Gaza hingga batas waktu yang belum ditentukan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa keputusan itu dilakukan terkait eskalasi konflik di Timur Tengah.
"Semua di-hold. Di-hold," kata Prasetyo di Jakarta Pusat, Selasa 17 Maret 2026.
Ia menambahkan, “Ya sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ketika ditanya mengenai durasi penundaan. Mengenai pengaruh konflik Israel-AS dengan Iran terhadap keputusan tersebut, Prasetyo mengamini, “Iya (akibat konflik Israel-AS dengan Iran).”
Dave Laksono menegaskan bahwa penundaan ini tetap selaras dengan konstitusi dan amanat nasional, serta tidak mengurangi solidaritas Indonesia terhadap perjuangan kemanusiaan di Gaza. Keputusan ini, menurutnya, mencerminkan strategi diplomasi yang hati-hati dan bertanggung jawab, menjaga keamanan pasukan dan stabilitas regional.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
