Ngamuk di Medsos, Trump Paksa Buka Selat Hormuz dan Sebut Bajingan
WASHINGTON, REQnews - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluapkan kemarahan melalui akun media sosialnya dan mendesak Iran agar kembali membuka Selat Hormuz. Dalam unggahannya di Truth Social pada Minggu 5 April 2026, ia melontarkan pernyataan keras dengan nada ancaman, menyebut bahwa situasi di Iran akan memanas jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Sebelumnya, pada 21 Maret, Trump juga sempat mengeluarkan ultimatum serupa dengan memberi batas waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka selat tersebut. Ia bahkan mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran jika permintaan itu diabaikan.
Namun, juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, merespons dengan sindiran singkat, “Hey Trump! You’re fired.” Seiring waktu, Trump diketahui beberapa kali memperpanjang tenggat, mulai dari lima hari, kemudian sepuluh hari, hingga penambahan dua hari terbaru.
Di sisi lain, Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya ditutup bagi Amerika Serikat, Israel, dan negara sekutunya. Sementara itu, sejumlah negara lain seperti Rusia, China, Spanyol, India, Pakistan, Irak, Malaysia, Thailand, dan Bangladesh tetap diperbolehkan melintas. Bahkan kapal dari Prancis, Jepang, dan Italia yang sebelumnya sempat dibatasi kini kembali diizinkan melewati jalur tersebut.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
