Warga Diminta Tak Panik, Ahli Ungkap Hantavirus Bukan Ancaman Baru di Indonesia
JAKARTA, REQNews – Kabar mengenai ditemukannya kasus hantavirus di Indonesia belakangan membuat banyak masyarakat khawatir. Nama virus tersebut mendadak ramai diperbincangkan setelah dikaitkan dengan kasus penularan yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde.
Bagi sebagian orang, istilah hantavirus terdengar asing dan menakutkan. Namun para ahli menilai, kemunculan kasus ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru di Indonesia.
Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan virus Hanta sudah lama ada dan muncul dari tahun ke tahun. Menurutnya, masyarakat tidak perlu langsung panik, tetapi tetap harus memahami bagaimana penularannya bisa terjadi.
“Kalau kita amati dari tahun ke tahun selalu ada. Jadi kasus itu, kasus virus Hanta itu ada di Indonesia lama, itu kan bukan virus baru,” ujar Pandu, dikutip dari Inews, Minggu 10 Mei 2026.
Virus Hanta diketahui ditularkan melalui rodent atau tikus yang hidup di sekitar lingkungan manusia. Penularannya dapat terjadi lewat kotoran maupun urine tikus yang mencemari barang, makanan, hingga udara dalam bentuk debu.
“Pada umumnya itu masih ditularkan dari Rodent atau tikus. Itu media kencingnya atau tai-nya mengkontaminasi barang-barang di tempat kita hidup atau makanan kita, kita megang, kita hirup debunya,” katanya.
Dalam kondisi tertentu, paparan virus tersebut bisa menyebabkan seseorang mengalami gejala mirip flu. Kelompok yang paling rentan adalah mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah, penyakit bawaan seperti diabetes dan gangguan jantung, serta para lansia.
“Kalau ada orang yang memang kondisinya nggak sehat, punya penyakit jantung, punya penyakit diabetes atau lansia itu akan rentan sekali terkena penyakit flu apapun termasuk flu Hanta ini,” ujar Pandu.
Meski begitu, Pandu menilai sebagian besar kasus tidak berkembang menjadi kondisi berat. Banyak penderita dapat pulih dengan penanganan sesuai gejala yang dialami dan menjaga kondisi tubuh.
“Kalau orang itu nggak cukup bagus imunitasnya, kemungkinan dia akan mengalami gejala seperti flu, gitu. Tapi pada umumnya sih nggak berat, jadi bisa sembuh sendiri,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya kasus suspek virus Hanta di Indonesia. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyebut terdapat dua orang yang sempat diduga tertular virus tersebut.
“Benar ada dua suspek,” kata Aji saat dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan, Jumat 8 Mei 2026.
Dua suspek tersebut berada di Jakarta dan Yogyakarta. Namun hingga kini belum dijelaskan secara rinci kapan kasus itu muncul maupun gejala yang dialami keduanya. Meski demikian, Kementerian Kesehatan memastikan kondisi mereka kini sudah membaik.
“Tapi hari ini saya dapat info keduanya sudah negatif dan sembuh,” ujarnya.
Kemunculan kembali hantavirus menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit zoonosis, yakni penyakit yang berasal dari hewan, masih ada di sekitar kehidupan manusia. Kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus dinilai tetap menjadi langkah penting untuk mencegah penularan.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.