REQNews.com

Putin Melunak, Buka Peluang Bertemu Zelenskyy demi Akhiri Perang

News

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:00

Presiden Rusia Vladimir PutinPresiden Rusia Vladimir Putin

MOSKWA, REQNews – Setelah lebih dari empat tahun perang berkecamuk dan ribuan nyawa melayang di medan tempur, secercah harapan baru mulai muncul dari Kremlin. Untuk pertama kalinya sejak konflik Rusia-Ukraina berlangsung panjang, Presiden Rusia Vladimir Putin memberi sinyal bahwa perang yang mengguncang Eropa itu mungkin mulai mendekati akhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin usai rangkaian peringatan Hari Kemenangan Rusia di Moskwa, Sabtu 9 Mei 2026. Di tengah suasana yang biasanya identik dengan kekuatan militer dan pidato keras Kremlin, nada yang muncul kali ini terasa berbeda, tenang dan diplomatis.

Di hadapan wartawan, Putin mengungkapkan optimismenya bahwa konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu perlahan bergerak menuju penyelesaian politik.

“Saya pikir persoalan ini sedang menuju akhir,” ujar Putin.

Pernyataan itu langsung menjadi perhatian dunia internasional karena dianggap sebagai perubahan sikap penting dari Moskwa. Selama ini, Rusia dikenal sangat keras dalam menanggapi pembicaraan damai, terutama terkait syarat-syarat yang menyangkut wilayah dan keamanan.

Namun kini, Kremlin bahkan membuka peluang pertemuan langsung antara Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di negara ketiga. Meski demikian, Putin menegaskan pertemuan itu hanya akan dilakukan apabila seluruh poin utama kesepakatan damai telah diselesaikan lebih dulu oleh tim negosiator kedua negara.

“Pertemuan di negara ketiga memungkinkan dilakukan, tetapi hanya jika kesepakatan akhir mengenai traktat damai sudah tercapai,” kata Putin.

Ia menambahkan bahwa perjanjian damai tersebut harus disusun untuk “perspektif sejarah jangka panjang,” sebuah sinyal bahwa Rusia menginginkan kesepakatan permanen terkait keamanan dan pengaturan wilayah sebelum perang benar-benar diakhiri.

Pernyataan Putin muncul di tengah berlangsungnya gencatan senjata tiga hari yang dimediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski kedua pihak masih saling menuduh terjadi pelanggaran kecil, situasi relatif lebih tenang dibanding hari-hari sebelumnya karena tidak ada serangan besar selama masa jeda tempur berlangsung.

Di balik ketegangan yang belum sepenuhnya reda, diplomasi perlahan mulai bergerak. Salah satu agenda yang kini dibahas adalah pertukaran besar tahanan perang antara Rusia dan Ukraina. Amerika Serikat mendorong skema pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing pihak sebagai langkah kemanusiaan terbesar sejak perang dimulai.

Putin menyebut Rusia telah menyerahkan daftar awal nama tahanan kepada Ukraina dan berharap proses itu segera dipercepat sebelum masa gencatan senjata berakhir.

“Kami meminta pihak Ukraina untuk mempercepat prosesnya,” ujar Putin.

Meski membuka pintu diplomasi, Kremlin tetap berhati-hati. Rusia belum memastikan apakah gencatan senjata akan diperpanjang setelah 11 Mei 2026. Namun perubahan nada dari Moskwa dianggap banyak pihak sebagai perkembangan penting dalam perjalanan panjang konflik yang telah menghancurkan banyak kota dan memicu krisis global.

Perubahan itu juga terlihat dalam parade Hari Kemenangan Rusia tahun ini. Tidak seperti biasanya yang dipenuhi demonstrasi tank dan rudal balistik raksasa, perayaan di Lapangan Merah berlangsung lebih sederhana. Sebagian besar persenjataan hanya ditampilkan melalui layar digital besar.

Beberapa jam sebelum berbicara kepada media, Putin masih menggambarkan perang sebagai perjuangan “adil” melawan kekuatan “agresif” yang didukung NATO. Namun setelah itu, nada diplomasi mulai lebih dominan terdengar dari Kremlin.

Kini dunia menunggu apakah sinyal damai tersebut benar-benar akan menjadi awal berakhirnya perang Rusia-Ukraina, atau hanya jeda singkat di tengah konflik panjang yang belum sepenuhnya usai.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.