REQNews.com

Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Tak Sama dengan Kasus di MV Hondius

News

Monday, 11 May 2026 - 22:00

Akun Soothsayer Mendadak Viral, Cuitan Lawas Tahun 2022 Soal Corona dan Hantavirus Bikin Geger Warganet. (Foto: Twitter)Akun Soothsayer Mendadak Viral, Cuitan Lawas Tahun 2022 Soal Corona dan Hantavirus Bikin Geger Warganet. (Foto: Twitter)

JAKARTA, REQnews - Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa jenis Hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan kasus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan virus yang muncul di kapal tersebut merupakan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Menurut Andi, hingga kini Indonesia belum pernah melaporkan adanya kasus HPS, baik pada manusia maupun tikus. Ia menjelaskan bahwa kasus Hantavirus yang ditemukan di Tanah Air merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus yang sudah teridentifikasi sejak 1991.

"HPS banyak ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. Kasus hantavirus di Indonesia merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang telah ditemukan sejak 1991 dengan strain Seoul virus," kata Andi dalam konferensi pers, Senin 11 Mei 2026.

Ia menambahkan, penyebaran kasus Hantavirus di dunia umumnya terjadi di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika. Namun, di Indonesia sendiri sepanjang periode 2024 hingga 2026 tercatat sebanyak 23 kasus HFRS tanpa adanya temuan tipe HPS.

"Virus Hanta yang ada di Indonesia itu adalah tipenya HFRS, sekali lagi berbeda dengan tipe yang terjadi di kapal pesiar Hondius," katanya.

Andi juga menerangkan perbedaan karakteristik kedua tipe virus tersebut. HPS disebut disebabkan oleh strain Andes virus yang dalam sejumlah penelitian dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dalam waktu lama. Sementara HFRS yang ditemukan di Asia dan Indonesia hingga kini belum terbukti bisa menular dari manusia ke manusia.

"Saya sampaikan bahwa untuk tipe HRS yang terjadi di Asia maupun Eropa, termasuk yang sudah ada kasusnya sejak tahun 1991 di Indonesia, itu belum ada bukti terjadi penularan antar manusia," jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.