REQNews.com

Ini Alasan Uang Rp50 Ribu Jadi Teraman Kedua di Dunia

News

Thursday, 14 May 2026 - 22:00

Waspadai Penyebaran Uang Palsu saat Lebaran, Begini Cara MengenalinyaWaspadai Penyebaran Uang Palsu saat Lebaran, Begini Cara Mengenalinya

JAKARTA, REQnews - Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali menyebut uang kertas pecahan Rp50 ribu Tahun Emisi (TE) 2022 masuk dalam daftar mata uang paling aman dan paling sulit dipalsukan di dunia versi BestBrokers. Uang tersebut menempati posisi kedua dunia berkat keberadaan 17 fitur pengaman canggih.

Pernyataan itu disampaikan Ricky dalam acara Press Statement Penguatan Sinergi Pemberantasan Rupiah Palsu di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Mei 2026 Ia menilai pengakuan internasional tersebut menjadi bukti peningkatan kualitas rupiah yang terus dilakukan BI, mulai dari bahan baku, teknologi pencetakan, hingga sistem pengaman.

Menurut Ricky, peningkatan kualitas rupiah juga berdampak pada menurunnya jumlah temuan uang palsu di Indonesia. Data BI mencatat angka temuan uang palsu turun dari 5 piece per million (ppm) pada 2023 menjadi 4 ppm sepanjang periode 2024 hingga 2025.

Ia menjelaskan penurunan itu merupakan hasil kerja sama BI dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) yang melibatkan Badan Intelijen Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, serta Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Selain memperkuat pengawasan, BI juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Lewat program itu, masyarakat diajak mengenali ciri keaslian uang menggunakan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

"Berdasarkan penelitian kami terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah dan harapan kami dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D," katanya.

Pada kesempatan yang sama, BI bersama Polri dan unsur Botasupal turut memusnahkan 466.535 lembar uang rupiah palsu hasil temuan sejak 2017 hingga November 2025. Ricky mengatakan uang palsu tersebut berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), hingga hasil pemrosesan setoran bank ke BI di seluruh Indonesia.

"Pemusnahan dilakukan di Bank Indonesia menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan kertas yang sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang," jelasnya.

Ia menambahkan proses pemusnahan dilakukan dengan prosedur ketat guna memastikan uang palsu tersebut tidak bisa digunakan kembali.

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.