REQNews.com

Mojtaba Khamenei Tegas Tolak Uranium Iran Dikirim ke Luar Negeri

News

Saturday, 23 May 2026 - 10:00

Mojtaba Khamenei (Foto:Istimewa)Mojtaba Khamenei (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dikabarkan tetap menolak usulan agar uranium Iran dipindahkan ke negara lain atau pihak ketiga sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik yang diajukan Amerika Serikat. Informasi tersebut disampaikan dua sumber senior Iran dan disebut tengah dibahas melalui jalur mediasi.

Salah satu sumber mengatakan sikap itu sudah menjadi keputusan tingkat tertinggi di Iran. "Arahan Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di dalam pemerintahan, adalah bahwa uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini," kata salah satu dari dua sumber kepada Reuters, Kamis 21 Mei 2026.

Menurut para pejabat Iran, pengiriman uranium ke luar negeri dinilai dapat melemahkan posisi negara dan meningkatkan risiko serangan dari AS maupun Israel di kemudian hari.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan Washington tidak akan menerima jika Iran tetap menyimpan uranium yang telah diperkaya. "Kami akan mendapatkannya. Kami tidak membutuhkannya, kami tidak menginginkannya. Kami mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya. Kami tidak akan membiarkan mereka memilikinya," kata Trump kepada jurnalis di Gedung Putih pada Kamis.

Isu nuklir memang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam perundingan antara kedua negara. Sejak masa jabatan pertamanya, Trump beberapa kali menunjukkan ambisi membatasi program nuklir Iran dan menjadikannya sebagai dasar tekanan terhadap Teheran.

Di tengah negosiasi yang masih berlangsung, persoalan uranium yang diperkaya tetap menjadi perdebatan utama. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memperkirakan tingkat pengayaan uranium Iran telah mencapai 60 persen atau mendekati ambang 90 persen yang umumnya dikaitkan dengan produksi senjata nuklir.

Sementara itu, sejumlah pejabat Israel mengklaim Trump telah memberi keyakinan kepada Tel Aviv bahwa uranium Iran dengan tingkat pengayaan tinggi nantinya akan dipindahkan ke luar negeri.

Meski demikian, Iran sejak awal menolak skema tersebut dan hanya membuka peluang untuk menurunkan kadar pengayaan, bukan menyerahkan stok uraniumnya.

Merespons laporan tersebut, Juru Bicara Gedung Putih Olivia Wales menegaskan posisi AS dalam proses negosiasi tidak berubah. 

"[Presiden] sudah menjelaskan dengan jelas batasan-batasan Amerika Serikat dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika," kata Wales.

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.