REQNews.com

Rumah Mantan Pejabat CIA Digerebek, FBI Temukan Ratusan Emas Batangan Nilainya Rp748 Miliar

News

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:02

Ilustrasi EmasIlustrasi Emas

WASHINGTON, REQNews  — Penggerebekan yang dilakukan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) di sebuah rumah mewah di Virginia membuka tabir kasus yang mengejutkan publik Amerika. Dari kediaman mantan pejabat senior Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), penyidik menemukan ratusan emas batangan, puluhan jam tangan mewah, hingga jutaan dolar uang tunai.

Rumah itu diketahui milik David Rush, mantan pejabat CIA yang kini terseret kasus dugaan penipuan terhadap pemerintah Amerika Serikat.

Dalam operasi penggeledahan yang dilakukan awal pekan ini, FBI menyita sekitar 303 emas batangan dengan berat masing-masing sekitar satu kilogram. Selain itu, penyidik juga menemukan uang tunai senilai sekitar USD2 juta serta 35 arloji mewah, sebagian besar di antaranya merupakan merek Rolex.

Total nilai aset yang diamankan diperkirakan melampaui USD42 juta atau setara lebih dari Rp748 miliar.

Penggerebekan tersebut dikonfirmasi melalui dokumen pengadilan serta pernyataan bersama FBI dan CIA. Meski penggeledahan dilakukan pada Senin lalu, rincian kasus baru mencuat menjelang sidang yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat 29 Mei 2026 di pengadilan federal Alexandria.

Rush didakwa melakukan penipuan terhadap pemerintah AS. Dalam dokumen tertulis yang diajukan FBI, pria itu disebut memberikan sejumlah informasi palsu mengenai latar belakang dirinya demi memperoleh keuntungan finansial lebih besar.

FBI menuduh Rush menyesatkan atasannya terkait riwayat akademik, masa pengabdian di Angkatan Laut Amerika Serikat, hingga statusnya sebagai pilot militer terlatih. Informasi tersebut diduga digunakan sebagai dasar penentuan kompensasi dan promosi jabatan.

Menurut dokumen penyelidikan, Rush diketahui beberapa kali mengajukan lamaran ke CIA sejak 2006 dan baru diterima pada percobaan ketiga pada 2009. Pada 2018, ia kembali membuat klaim bahwa dirinya merupakan instruktur pilot Angkatan Laut ketika sedang dipertimbangkan untuk mendapatkan promosi.

Kasus ini semakin menarik perhatian karena penyidik juga menemukan dugaan aliran aset bernilai fantastis yang tidak biasa. FBI menyebut sejak November tahun lalu, Rush meminta dan menerima mata uang asing dalam jumlah besar serta puluhan juta dolar dalam bentuk emas batangan untuk keperluan pekerjaan.

Namun ketika penyidik memeriksa ruang penyimpanan di kantornya, hanya sebagian kecil aset yang ditemukan di lokasi tersebut.

“Penggeregahan selanjutnya di rumahnya menemukan sekitar 303 batangan emas, masing-masing beratnya sekitar satu kilogram, dengan perkiraan nilai USD40 juta, serta USD2 juta uang tunai dan 35 jam tangan mewah. Banyak dari jam tangan tersebut adalah Rolex,” kata FBI dalam pernyataan tertulisnya.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti untuk apa ratusan kilogram emas tersebut digunakan maupun kapan masa kerja Rush di CIA berakhir.

Pihak CIA dan FBI dalam pernyataan bersama menyebut dugaan pelanggaran itu pertama kali terdeteksi melalui tinjauan internal lembaga intelijen tersebut sebelum akhirnya dilaporkan kepada penyidik federal.

Meski aset bernilai fantastis telah ditemukan, sampai saat ini belum ada dakwaan tambahan terkait kepemilikan emas batangan tersebut.

Sementara itu, pengacara David Rush maupun anggota keluarganya memilih bungkam dan menolak memberikan komentar kepada media.

Kasus ini mengingatkan publik Amerika pada perkara mantan Senator New Jersey Bob Menendez yang pada 2024 dituduh menerima suap dalam bentuk emas batangan dan akhirnya dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.