REQNews.com

Bentrok Mahasiswa Papua dan Debt Collector Pecah di Makassar

News

Jumat, 05 Juni 2026 - 17:00

Ilustrasi bentrokan (Foto:Istimewa)Ilustrasi bentrokan (Foto:Istimewa)

MAKASSAR, REQNews – Suasana di sebuah kantor leasing di Jalan Topaz, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar pada Kamis 4 Juni 2026 mendadak memanas ketika sekelompok mahasiswa asal Papua mendatangi lokasi untuk memprotes penarikan sebuah sepeda motor yang mereka kuasai.

Perselisihan yang awalnya berkaitan dengan status kepemilikan kendaraan itu berkembang menjadi adu mulut antara mahasiswa dan debt collector. Beruntung, ketegangan tidak berlangsung lama setelah aparat kepolisian turun tangan untuk menengahi kedua belah pihak.

Peristiwa tersebut bermula ketika petugas penagihan dari perusahaan pembiayaan melakukan penarikan terhadap sebuah sepeda motor matik. Kendaraan itu diketahui sebelumnya dibeli oleh mahasiswa dari seorang warga di kawasan Bili-Bili, Kabupaten Gowa, dengan nilai transaksi sekitar Rp13 juta.

Namun, di balik transaksi tersebut tersimpan persoalan lain. Motor yang diperjualbelikan ternyata berasal dari debitur yang tercatat menunggak pembayaran selama empat tahun. Kondisi itu membuat pihak leasing menganggap kendaraan masih menjadi bagian dari objek pembiayaan yang bermasalah.

Di sisi lain, mahasiswa yang telah membeli kendaraan tersebut merasa penarikan dilakukan secara tidak tepat. Mereka beranggapan kendaraan telah berada dalam penguasaan mereka secara sah sehingga tidak seharusnya ditarik begitu saja.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Panakukang, Iptu Uji Mugni, menjelaskan bahwa perbedaan pandangan itulah yang memicu ketegangan di lokasi.

“Terjadi keributan antara saudara kita dari Papua dengan pihak leasing terkait penarikan motor karena motor tersebut dibeli dari debitur tanpa dokumen resmi. Mahasiswa tidak menerima, sehingga terjadilah adu mulut,” ujar Iptu Uji Mugni.

Keributan yang sempat mengundang perhatian warga sekitar akhirnya berhasil diredam setelah personel Polsek Panakukang datang ke lokasi. Polisi kemudian memfasilitasi komunikasi antara mahasiswa dan pihak leasing guna mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.

Setelah dilakukan mediasi, situasi berangsur kondusif. Pihak leasing akhirnya mengembalikan sepeda motor yang sebelumnya telah ditarik, sementara kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan perselisihan di lokasi.

Iptu Uji Mugni mengapresiasi sikap semua pihak yang bersedia menahan diri sehingga konflik tidak berkembang lebih jauh.

“Kami bersyukur situasi bisa segera dikendalikan, dan pihak leasing menyadari perlunya perlakuan khusus terhadap mahasiswa,” katanya.

.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.