REQNews.com

Dugaan Korupsi MBG, Sony Sonjaya Ungkap Daftar 26 Nama

News

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:15

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (Foto:Istimewa)Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya telah menyerahkan informasi mengenai 26 nama yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keterangan tersebut sudah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

"Sudah kita sampaikan ke penyidik, sudah ada di BAP," ujar Krisna kepada wartawan, Rabu 10 Juni 2026. 

Krisna menjelaskan, puluhan nama yang disebut Sony berasal dari berbagai unsur lembaga negara. Ia menyebut ada pihak dari lingkungan eksekutif, legislatif, hingga yudikatif yang diduga terkait dalam perkara tersebut. Namun, ia belum bersedia mengungkap identitas para pihak yang dimaksud.

Menurut Krisna, daftar 26 nama itu belum final. Ia menyatakan jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring pemeriksaan lanjutan yang dilakukan penyidik terhadap Sony.

"Pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif. (Total jumlah nama) 26, kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja," katanya.

Lebih lanjut, Krisna mengatakan penyidik telah menyita telepon genggam milik Sony yang berisi berbagai bukti komunikasi. Ia menilai seluruh percakapan yang tersimpan di perangkat tersebut dapat menjadi petunjuk penting dalam mengusut perkara dan seharusnya dibuka secara transparan.

"Jadi semua bukti-bukti itu ada di dalam, semua bukti chat itu ada di dalam HP yang saat ini disita oleh penyidik. Misalkan nama A berkomunikasinya dengan klien saya, si B juga, semua. Jadi semua bukti itu ada di dalam HP klien saya dan itu harus dibuka," tuturnya.

Di sisi lain, Krisna mengklaim kliennya sempat menghadapi tekanan dalam proses pengambilan keputusan terkait pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut dia, tekanan tersebut tidak selalu berbentuk perintah langsung, tetapi juga dapat muncul dari pengaruh atau posisi pihak yang berkomunikasi dengan Sony.

"Walaupun misalkan mereka tidak menggunakan tekanan, tapi bisa juga terjadi penekanan. Tapi anggap tidak ada penekanan, tapi pengaruhnya itu, menggerakkan pengaruhnya," ucap dia.

"Pak Sony tahu siapa orang ini. Artinya dengan pengaruh menggerakkan aja Pak Sony tahu siapa orang ini gitu. Sudah masuk unsurnya," katanya.

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.