REQNews.com

Lagi Viral! Ternyata Begini Kronologi Oknum Anggota TNI Pukul Pegawai Gudang Shopee

The Other Side

Saturday, 08 October 2022 - 14:00

Ilustrasi pengeroyokanIlustrasi pengeroyokan

JAKARTA, REQnews - Jagat maya tengah dihebohkan dengan viralnya aksi penganiayaan yang dilakukan seorang oknum anggota TNI terhadap sekuriti di Kantor Shopee di Gianyar, Bali.

Penganiayaan tersebut berawal saat pelaku yang ingin meminta ganti rugi paket miliknya, namun malah datang ke kantor ekspedisi.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Kav Antonius Totok Yuniarto membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Kejadian itu terjadi benar di Gianyar. Dilakukan oknum TNI AD Sersan Kepala (Serka) inisialnya NS, anggota Kodam 1611/Badung," kata Kolonel Totok, dikutip Sabtu, 8 Oktober 2022.

Pelaku merasa barang yang diterimanya tidak sesuai pesanan hingga akhirnya datang ke Gudang Shopee di Gianyar.

"Karena dia tidak tahu mekanismenya harus kemana, datanglah ke Gudang Shopee di Gianyar itu," ungkap Totok.

Di sana, pelaku meminta ganti rugi terkait pesanan yang dia terima. Sementara itu, pihak gudang menolak dimintai ganti rugi dan menegaskan bahwa ekspedisi hanya bertanggung jawab soal pengiriman. Akhirnya, perselisihan hingga pemukulan pun terjadi.

"Yang bersangkutan menuntut ganti rugi sedangkan pihak security menjelaskan bahwa disini bukan tempatnya untuk itu karena dia cuma ekspedisi pengantaran saja," kata Totok.

Singkat cerita, pihak korban melaporkan tindakan oknum TNI tersebut ke polisi. Kedua pihak pun sudah dimediasi dan menyatakan berdamai.

"Terjadi proses mediasi dengan hasil intinya pihak korban mencabut laporan, pihak pelaku mengobati yang dipukul," jelasnya.

Namun terlepas dari itu, Totok menegaskan bahwa pelaku tetap diberikan sanksi oleh institusi TNI karena telah melakukan tindak kekerasan.

"Dari pihak pimpinan kita di Kodam Udayana karena ada pemukulan itu lah dia harus menjalani proses hukum," tandasnya. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.