Tolak Kembali Ngajar, Guru Sabil yang Viral Kini Diangkat Jadi Karyawan Dedi Mulyadi! Beuh... Langsung Dapat Posisi Ini
JAKARTA, REQnews - Sabil Fadhillah, guru honorer yang dipecat usai berkomentar di unggahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah memastikan dirinya enggan kembali lagi bekerja di sekolah tempatnya mengajar dulu, Meskipun, pihak yayasan telah menyatakan tidak jadi memecat Sabil usai Ridwan Kamil memberikan klarifikasi.
Kini, Sabil kabarnya justru diberi pekerjaan oleh anggota DPR sekaligus mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
Berawal dari pertemuan Sabil dengan Kang Dedi Mulyadi usai kasus pemecatan dirinya viral.
Dalam pertemuan itu Sabil mengaku bahwa sebutan "maneh" dalam komentarnya di unggahan Ridwan Kamil adalah sebuah panggilan akrab. Karena ia menilai orang yang dikomentari adalah sosok yang friendly.
"Beberapa kali juga pernah ketemu dengan beliau. Saya memandang beliau sosok yang akrab, lebih ke friendly," kata Sabil, dikutip Sabtu, 18 Maret 2023.
Ia tak menyangka komentar kritikan itu akhirnya akan viral. Sebab ia mengaku sudah sering berkomentar tapi baru kali ini menjadi viral bahkan sampai dipecat dari pekerjaannya.
Pihak sekolah tempat Sabil mengajar sebetulnya telah memberikan kesempatan kedua untuk ia kembali mengabdi. Namun Sabil memilih untuk berhenti dan mengundurkan diri sebagai guru SMK di Cirebon.
Sementara itu Kang Dedi menjelaskan, awalnya Sunda yang berpatokan pada Pajajaran tidak mengenal istilah undak usuk dalam berbahasa.
"Stratifikasi di Sunda itu saamparan, sajajaran, tidak ada tingkatan manusia semua sama. Orang Sunda itu hidup dalam kesetaraan," kata Kang Dedi.
Berjalannya waktu masuklah era Sunda priangan yang mendapat pengaruh stratifikasi manusia seperti menak atau anak ningrat. Hingga muncul sebutan atau bahasa untuk diucapkan kepada yang lebih tua, lebih muda, sebaya, kepada pimpinan dan sebagainya.
Tetapi, kata Dedi, dalam pandangannya pengucapan bahasa tergantung dari hati personal.
"Jadi kalau bahasanya halus tapi hatinya benci ya tetap saja nyelekit, kalau bahasanya dianggap kasar tapi akrab ya itu candaan," lanjutnya.
Menurut Kang Dedi, kata maneh atau dalam bahasa Indonesia berarti kamu bisa diartikan sebagai panggilan akrab dan penuh cinta. Bahkan sebelum mengenal kata sayang seperti sekarang, orang tua zaman dulu menggunakan "maneh" untuk panggilan sayang pada pasangannya.
"Makanya dulu ada penulis lagu Sunda judulnya 'potret manehna' ciptaan Nano S itu terkenal tahun 87-an. Mungkin bagi orang yang tidak tahu latar belakang seperti ini, orang priangan, bisa jadi kalimat itu tidak sopan," jelas Kang Dedi.
Pengalaman Kang Dedi sebagai bupati pernah dianggap tidak etis secara birokrasi sebab ia lebih memilih disebut "akang" dibanding "bapak".
"Waktu itu diprotes dianggap tidak mengerti etika birokrasi, ke sini-sini begitu sebutan akang laku , kakek-kakek mau nyalon (jadi pejabat) maunya disebut akang," terang dia.
Di sela-sela obrolan tersebut, Kang Dedi menanyakan kegiatan Sabil pasca viral. Sabil mengaku saat ini menganggur dan sedang mencari kerja.
"Sekarang mah job seeker, masih cari kerja. Barang kali mau dijadikan fotografer atau kameramen akang (Kang Dedi) boleh, itu juga kalau ditawarin," kata Sabil.
"Serius nih? Kita juga lagi kurang fotografer Bener gak nih? Kalau bener salaman," timpal Kang Dedi.
"Deal," ucap keduanya sambil berjabat tangan.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.