Didukung Puluhan Juta Netizen, Hotman Paris Minta Kapolda Jateng Tangguhkan Penahanan Sopir dan Kernet Bus Guci
JAKARTA, REQnews - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea meminta secara khusus kepada Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap sopir dan kernet bus tragedi wisata Guci.
Permintaan tersebut juga ditujukan kepada Kapolres AKBP Jaka Wahyudi. Diungkapkan Hotman, permintaannya tersebut mewakili aspirasi puluhan juta masyarakat Indonesia.
Permohonan itu disampaikan Hotman lewat unggahan video di akun Instagramnya.
"Saya sudah terima puluhan juta dukungan dari masyarakat, warga Indonesia, yang memohon agar Bapak Kapolda Jateng dan Kapolres Tegal menangguhkan penahanan dari sopir dan kernetnya itu," ungkap Hotman, dikutip Jumat, 19 Mei 2023.
Hotman menilai, tidak ada unsur kelalaian baik dari sopir maupun kernet dalam insiden kecelakaan bus masuk jurang di obyek wisata Guci.
"Karena memang saya juga, belum melihat ada unsur kelalaian secara individu dari sopir dan kernetnya," kata dia.
Hotman menjelaskan, sejak malam hari sebelum insiden terjadi, bus nahas tersebut sudah diparkir dengan baik. Seluruh SOP sudah dilakukan sopir bus, mulai dari parkir di tempat yang disediakan pihak pengelola, memasang rem tangan hingga mengganjal ban.
Jika memang ada kelalaian, kata Hotman, maka seharusnya bus sudah meluncur ke sungai sesaat setelah diparkir pada malam hari sebelumnya.
Selain itu, nihilnya unsur kelalaian oleh sopir dan kernet bus diperkuat dari kesimpulan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Mengutip pernyataan senior investigator KNKT, Hotman menjelaskan bahwa tragedi di kawasan wisata Guci bukan karena rem tangan tak berfungsi. Pasalnya, saat bus meluncur dari parkiran ke sungai, kecepatannya lambat. Ini indikasi jika rem tangan pada bus dalam kondisi terpasang.
Berdasarkan kesimpulan KNKT, diketahui pula bus meluncur ke jurang diduga lantaran kondisi area parkir yang berada di tanah miring. Ditambah lagi, kontur tanah di area parkir yang gembur sehingga berdampak roda pada bus mudah terperosok saat memuat puluhan penumpang.
"Sudah tentu itu bukan salah sopir, karena itu adalah parkir resmi. Dan sopir bukanlah sarjana pertanian yang harus meneliti keadaan tanah, sebelum parkir di situ," tegasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
