Minta Keadilan, Sultan Rifat Tulis Surat untuk Jokowi dan Mahfud MD, Isinya Bikin Ngelus Dada!
JAKARTA, REQnews - Kasus kecelakaan leher terjerat kabel optik yang menimpa seorang mahasiswa bernama Sultan Rifat Alfatih (20 tahun) tengah menyita perhatian publik.
Kini, Sultan Rifat didampingi orangtuanya sedang berjuang untuk mendapatkan keadilan terkait penyelesaian kasus tersebut.
Diketahui, saat ini, kondisi Sultan Rifat begitu memprihatinkan. Dia masih terbaring lemah, tak bisa makan hingga bicara.
Di tengah kondisinya yang serba sulit, Sultan Rifat tak mau menyerah. Dia menuliskan surat yang ditujukan untuk Presiden Joko Widodo dan Menkopolhukam Mahfud MD.
Dalam surat tersebut, Sultan mencurahkan isi hatinya tentang kondisi cedera parah yang dia alami usai kecelakaan yang terjadi pada 5 Januari 2023.
"Area tenggorokan saya mengalami kerusakan parah yang mengakibatkan rusaknya saluran makan dan saluran pernafasan saya. Akibatnya, menelan air ludah pun saya tidak bisa lakukan, sehingga setiap 2 menit sekali saya harus mengeluarkan air liur saya dan setiap kali saya ingin tidur saya harus menyedot air liur beserta lendir yang masuk ke saluran pernafasan saya dengan menggunakan mesin sedot," tulis Sultan dalam surat terbuka yang ditujukan untuk Jokowi dan Mahfud MD, dikutip Kamis, 3 Agustus 2023.
Sultan pun meminta keadilan atas apa yang menimpanya dan berharap segera mendapat tanggungjawab dari pihak perusahaan pemilik kabel optik yang menjadi penyebab kecelakaan.
"Saya ingin pihak yang bersangkutan segera bertanggung jawab atas kelalaian yang sudah dilakukan sehingga membuat saya seperti ini kondisinya. Saya ingin secepatnya kasus ini diakhiri dengan mendapatkan keadilan seadil-adilnya bagi saya dan keluarga agar kami tidak menjadi konsumsi publik lagi," ungkap dia.
"Saya ingin pihak yang bersangkutan melihat data dan fakta yang terjadi sebenarnya seperti apa agar proses decision making, negosiasi dengan keluarga saya bisa berjalan dengan objektif, adil, dan tidak merugikan saya dan keluarga saya," lanjutnya.
Sementara itu, diungkapkan ayah Sultan, Fatih, surat terbuka ini akan dikirimkan langsung ke Kementerian Sekretariat Negara agar bisa langsung dibaca Presiden Jokowi.
"Bismillah, akan saya kirimkan ke Setneg agar bisa dibaca langsung presiden," kata Fatih.
Berikut isi lengkap surat terbuka Sultan Rifat untuk Presiden Joko Widodo dan Menkopolhukam Mahfud MD:
Assalamualaikum WR WB
Kepada YTH
Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia
Bapak Mahfud MD selaku Menko Polhukam RI
Selamat siang nama saya Sultan Rif'at Alfatih. Saya adalah mahasiswa Fisip Universitas Brawijaya, Malang. Usia saya saat ini 20 tahun.
Kondisi saya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Saya adalah korban kecelakaan akibat kabel fiber optic yang menjuntai yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan pada tanggal 5 Januari 2023.
Atas akibat dari kecelakaan tersebut, saya sampai saat ini makan dan minum melalui selang NGT Silikon yang dimasukkan ke dalam hidung saya yang setiap bulan sekali harus saya ganti. Area tenggorokan saya mengalami kerusakan parah yang mengakibatkan rusaknya saluran makan dan saluran pernafasan saya. Akibatnya, menelan air ludah pun saya tidak bisa lakukan, sehingga setiap 2 menit sekali saya harus mengeluarkan air liur saya dan setiap kali saya ingin tidur saya harus menyedot air liur beserta lendir yang masuk ke saluran pernafasan saya dengan menggunakan mesin sedot.
Kepada pak Jokowi dan pak Mahfud MD, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada bapak-bapak sekalian. Saya ingin cepat sembuh, dan diobati secepatnya, karena saya sendiri sudah tidak kuat berlama-lama lagi di kondisi seperti ini. Karena saya sudah ingin kembali produktif, kembali kuliah dan bisa melanjutkan aktivitas saya layaknya manusia normal.
Saya ingin pihak yang bersangkutan segera bertanggungjawab atas kelalaian yang sudah dilakukan sehingga membuat saya seperti ini kondisinya.
Saya ingin secepatnya kasus ini diakhiri dengan mendapatkan keadilan seadil-adilnya bagi saya dan keluarga agar kami tidak menjadi konsumsi publik lagi. Saya ingin pihak yang bersangkutan melihat data dan fakta yang terjadi sebenarnya seperti apa agar proses Decision Making, negosiasi dengan keluarga saya bisa berjalan dengan objektif, adil, dan tidak merugikan saya dan keluarga saya.
Dengan surat ini saya buat dengan sejujur-jujurnya. Harapan saya adalah dengan adanya surat ini dapat dibaca dan menjadi perhatian bagi pak Jokowi dan pak Mahfud MD.
Bintaro, 2 Agustus 2023
Ttd
Sultan Rif'at Alfatih.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.