REQNews.com

Oknum Guru di NTT Celupkan Tangan Siswa ke Air Mendidih, Kulit Korban Melepuh hingga Bernanah

The Other Side

Monday, 07 August 2023 - 06:00

ilustrasi penganiayaan (Foto:Istimewa)ilustrasi penganiayaan (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kasus kekerasan di lingkungan sekolah kembali terjadi. Seorang oknum guru di SMK Swasta Bina Karya Larantuka di Flores Timur, NTT tega mencelupkan tangan salah satu siswanya ke air mendidih.

Kasus ini pun membuat Federasi Serikat Guru Indonesia atau FSGI langsung turun tangan. FSGI mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oknum guru tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, FSGI menjelaskan bahwa dalam sejumlah foto yang beredar di media sosial terlihat tangan korban melepuh hingga bernanah akibat aksi keji gurunya.

Terduga pelaku diidentifikasi bernama Bruder Nelson, seorang biarawan Katolik yang juga guru di sekolah itu.

"Orangtua siswa itu telah melaporkan kasus ini ke Polres Flores Timur pada 3 Agustus 2023," tulis Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti, dikutip Minggu, 6 Agustus 2023.

Retno juga menyebut bahwa pelaku membiarkan siswa tersebut tanpa pertolongan medis usai melakukan aksi kejamnya.

"Sehingga anak tersiksa kesakitan hingga esok harinya," ujar Retno.

"Hal ini melanggar Konvenan Anti Penyiksaan, UU Perlindungan Anak, UU HAM, dan Permendikbud no. 82/2015," sambungnya.

FSGI pun mendesak agar aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut. FSGI mendorong polisi untuk menggunakan UU Perlindungan Anak agar pelaku bisa dihukum seberat-beratnya.

Menurut Retno, polisi bisa menggunakan dua pasal dalam UU Perlindungan Anak, yaitu Pasal 54 dan 76. Untuk menjerat pelaku, kata dia, polisi bisa menggunakan Pasal 76 yang mengatur soal tindakan kekerasan yang mengakibatkan luka berat atau cacat permanen terhadap anak. Hukuman dari pasal ini 15 tahun penjara.

"Dan bisa diperberat sepertiganya karena pelaku termasuk orang terdekat korban. Apalagi ini sekolah berasrama, dimana pengasuhan anak dipercayakan pada pihak sekolah," tandasnya. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.