Kronologi Bibi Mendiang Brigadir J Ditipu WNA Tiongkok, Suami Berujung Tewas Gegara Obat Abal-abal Rp 11,8 Juta
JAKARTA, REQnews - Peristiwa memilukan dialami bibi mendiang Brigadir J, Roslin Simanjuntak. Dia ditipu WNA asal Tiongkok hingga mengakibatkan sang suami meninggal dunia.
Penipuan ini ternyata tak hanya dialami Roslin seorang, Ada banyak puluhan korban lainnya yang diduga turut ditipu oleh WNA Tiongkok tersebut.
Menurut informasi, WNA tersebut diduga telah menjual obat herbal palsu tanpa izin edar BPOM RI. Suami Roslin pun membeli dan mengonsumsi obat abal-abal yang harganya mencapai Rp 11,8 juta itu.
Alih-alih sehat, usia mengonsumsi obat itu dia jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia.
Roslin pun mengungkap kronologi kejadian. Bibi Brigadir Joshua itu mengatakan, bertemu WNA Tiongkok itu pada April 2023 silam. Bermula, dia didatangi oleh dua orang yang tak dikenal.
"Satu orang WNA China yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan satu lagi penerjemah yang menanyakan lahan untuk berbisnis sarang walet," ungkapnya, dikutip Rabu, 16 Agustus 2023.
Roslin menjelaskan, modus pelaku yakni berpura-pura mencari lahan untuk sarang walet, tapi menggunakan sistem join. WNA itu lantas mengajaknya bersalaman, dan kemudian mengobrol.
"Mungkin di situlah hipnotis suami itu, kita disalaminya. Kalau aku tidak kena hipnotis, tapi bapaknya kena," jelas Roslin.
Selanjutnya, pelaku bertanya soal penyakit yang diderita suaminya. Dan memang, suami Roslin memiliki penyakit diabetes.
WNA itu juga mengaku sebagai dokter sebuah rumah sakit swasta kenamaan dan menawarkan obat ampuh untuk menyembuhkan diabetes.
"Aku ini dokter loh, dokter ****. Kalau bapak mau sembuh, ada obatnya, bagus. Tiga bulan bisa sembuh total," ujar Roslin menirukan perkataan penerjemah.
WNA itu kemudian menawarkan obat diabetes seharga Rp 5,6 juta per bulan, yang harus dikonsumsi selama tiga bulan secara rutin.
Untuk menekan calon korban supaya membeli, jelas Roslin, WNA itu mengatakan akan pulang ke Tiongkok dan baru kembali ke Indonesia enam bulan ke depan. Roslin sempat berdebat dengan suaminya agar tidak membeli obat tersebut, karena khawatir tidak cocok.
"Bahkan saya sempat bertengkar di depan orang itu, ngapain beli obat kayak gini, kalau tidak cocok gimana, habis duit banyak. 'Orang mau sembuh kok dilarang-larang', mungkin itu masuk hipnotisnya," kata Roslin menirukan percakapannya dengan suaminya.
Namun akhirnya, suami Roslin membeli obat yang ditawarkan pelaku untuk tiga bulan. WNA itu memberi diskon, sehingga suami Roslin membayar seharga Rp 11,8 juta.
Kala itu, Roslin Simanjuntak merasa suaminya terkena hipnotis hingga bersedia membeli obat diabetes seharga Rp 11,8 juta untuk digunakan selama tiga bulan
Setelah mendapat obat dari WNA itu, sang suami mengonsumsinya rutin. Tapi, bukannya sembuh, justru kondisi suami Roslin semakin parah.
Roslin mengatakan sang suami hanya mengonsumsi obat dari WNA tersebut selama kurang dari satu bulan.
"Cuma dikonsumsi tidak sampai satu bulan, malah semakin tidak enak, ngilu kakinya. Pas tiga bulan setelah itu, meninggal suami saya," kata dia.
Terkait kasus penipuan WNA Tiongkok ini, Roslin telah berupaya terus menyebar informasi mengenai modus pelaku tersebut di media sosialnya. Ternyata, kata Roslin, banyak yang sudah menjadi korban dengan modus penipuan yang sama.
"Banyak korbannya. Kemarin itu ada yang lihat ditahannya orang itu, ternyata bukan yang nipu kami kemarin, beda orangnya, tapi satu komplotan, dilihat obatnya sama," jelasnya.
Beruntung, WNA pelaku penipuan itu akhirnya berhasil diciduk dan diserahkan ke Polsek Sungai Bahar. Selanjutnya, WNA itu dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi pada Senin malam, 14 Agustus 2023.
Ternyata, saat petugas melakukan pengecekan, visa WNA itu hanya berupa visa melancong atau berlibur ke Indonesia.
"Kemarin dibawa ke Polsek Unit 5. Setelah dicek visanya, rupanya visanya cuma untuk melancong ke Indonesia," ungkap Roslin.
"Akhirnya diserahkanlah tadi malam ke Imigrasi, jadi Imigrasi yang menangani. Bagaimana perkembangan, saya nggak tahu," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
