Heboh Polusi Udara Jakarta Terparah Jam 3 Pagi, Komentar Menteri LHK Ramai Disindir Netizen: Kan Kecampur Uap Air
JAKARTA, REQnews - Persoalan polusi udara Jakarta yang kian hari semakin mengkhawatirkan, tengah menyita perhatian publik. Menurut informasi, konsentrasi polusi udara DKI Jakarta paling tinggi terjadi pada pukul 03.00 hingga 04.00 WIB dini hari.
Terkait hal ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar pun buka suara. Dia mengungkapkan bahwa tingginya tingkat polusi di jam tersebut lantaran polusi udara bercampur dengan uap air.
"Yang waktu heboh kan ambilnya jam 03.00 pagi. Terang aja padet karena kan ada uap air juga kecampur," kata Siti dalam jumpa pers usai rapat terbatas soal polusi udara bersama Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Rabu, 16 Agustus 2023.
Lebih lanjut Siti menjelaskan, ada sistem tertentu yang digunakan untuk mengukur kualitas udara. Ada sistem yang menghitung rata-rata kualitas udara dalam satu hari. Ada pula yang berdasarkan waktu pengambilan.
"Kemudian soal kualitas hari Minggu atau bukan dan sebagainya. Jadi kita kalau ngukur kualitas udara itu ada sistemnya. Ada yang sistemnya yang dihitung rata-rata satu hari. Atau ada yang dihitung waktu ambilnya jam berapa," terangnya.
Selain itu, tambah dia, sistem pemantauan pencemaran udara antara KLHK dan IQ Air--perusahaan teknologi Swiss yang memberdayakan individu, organisasi, dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas udara melalui informasi dan kolaborasi--juga berbeda.
"Kita di Indonesia itu menemukan 3 model yang muncul. Pertama model IQAir. IQAir ini dia pakai PM 2,5. Itu artinya partikel-partikel dengan ukuran 2,5 mikron. Itu yang jadi ukuran itu jadi polusi berapa banyaknya. Kemudian air quality index visual map. Jadi kalau kita perbandingkan ada lagi yang punya KLHK itu namanya pemantauan kualitas udara ambiens. Ini beda-beda dalam arti sebetulnya arahnya sama mau lihat kualitas udara cuma pakai faktor apa," tandasnya.
Pernyataan Menteri LHK itu kemudian malah dibanjiri kritik netizen. Bahkan tak sedikit netizen yang menyindir lewat guyonan sinis.
"Menteri LHK yang tidak pro LHK," komentar akun @thedeasafira, dikutip dari Instagram @pandemictalks.
"Ibuuu dibayar buat kerja buat nyelesein masalah yg adaa,bukan nyalahin sesuatu.kita yg org awam aja geli denger jwbn ibu,masak pejabat jawabannya kyk gini?," kata akun @citraeswe.
"Nyaman sekali 2 periode di posisi menteri tanpa ada perubahan positif terhadap lingkungan, sekalinya speak up malah gaslight keadaan~," tulis @ddabeldi.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
