REQNews.com

Ngeri! Beredar Kesaksian Rina Lauwy Istri Dirut Taspen, Sebut Suaminya Diduga Terlibat Kelompok 'Mafia Pengatur Uang Negara'

The Other Side

Friday, 18 August 2023 - 17:30

Kolase Foto Rina Lauwy, ANS Kosasih dan Kamaruddin SimanjuntakKolase Foto Rina Lauwy, ANS Kosasih dan Kamaruddin Simanjuntak

JAKARTA, REQnews - Sosok istri Dirut Taspen ANS Kosasih, Rina Lauwy kian disorot publik beberapa waktu belakangan karena perseteruannya dengan sang suami.

Diketahui, Rina Lauwy merupakan klien dari pengacara Kamaruddin Simanjuntak. Kamaruddin sendiri baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyebarkan berita bohong tentang ANS Kosasih.

Namun, Rina Lauwy kembali muncul dan tegas memberikan pembelaan bagi pengacaranya, Kamaruddin Simanjuntak. Rina mengungkapkan bahwa segala hal tentang ANS Kosasih yang dibeberkan Kamaruddin adalah bukti untuk membela dirinya.

Rina bercerita bahwa dia kerap diancam oleh sang suami. Karena itu, dia memberanikan diri untuk merekam suara agar memiliki bukti kuat tentang tindakan suaminya.

Dalam kesaksiannya, Rina membeberkan bahwa ANS Kosasih diduga terlibat dalam kelompok mafia.

"Dia mengaku dan saya ada rekaman suaranya, dia mengaku bahwa dia bergabung dengan satu kelompok tertentu," ungkap Rina, dikutip dari Youtube Uya Kuya TV, Jumat, 18 Agustus 2023.

"Dalam tanda petik mafia," tambah Kamaruddin.

Lebih lanjut Rina menjelaskan bahwa kelompok tersebut paling disegani karena bisa mengatur uang negara.

"Katanya kelompok ini yang mengatur negara ini, dan menempatkan orang-orang penting di mana pun itu termasuk dia, mengangkat dia bisa jadi dirut dan sebagainya," jelas dia.

Tak sampai di situ saja, rekaman itu, lanjut Kamaruddin, berisi pula ajakan ANS Kosasih untuk bercerai dari Rina Lauwy. Hal itu diduga dilakukan demi mengamankan hartanya jika sewaktu-waktu tertangkap KPK.

"Di dalam rekaman itu juga ada saya dengar dia mau mengatur perceraian supaya ibu ini (Rina) aman menerima satu koper dollar setiap minggu," ungkapnya.

"Sehingga ketika dia ditangkap oleh KPK, misalnya dianya ada terendus, harta ini tetap aman karena mereka sudah cerai dalam tanda petik," lanjutnya.

Di sisi lain, Kamaruddin SImanjuntak telah berulang kali melaporkan dugaan kasus ini ke KPK. Namun, tak kunjung ditindaklanjuti.

"Bisa saya katakan ini mafia, dan dia menyebut pejabat-pejabat yang tinggi sampai yang sedang. Oleh karena itu, luar biasa ini kalau KPK tidak mau bekerja. (Kasus ini) sudah pasti benar karena saya surati Ketua KPK, berkali-kali, walaupun yang jawab bawahannya," ujar dia.

"Dikatakan bahwa seperti LHKPN ini tidak merupakan bukti otentik, karena saya katakan kenapa dia ini membuat LHKPN palsu dengan memasukkan harta-harta orang lain sebagai harta dia tetapi harta sendiri tidak didaftarkan, harusnya ada tindakan dong, harusnya KPK berterima kasih karena saya menginformasikan, tetapi yang dijawab adalah ini bukan surat otentik," tandasnya.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.