Bikin Geger! Nih Sosok Siswi SMA yang Nekat Datangi Mabes Polri Tantang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Debat Soal Hukum
JAKARTA, REQnews - Seorang siswi kelas 2 SMA tiba-tiba mendatangi Mabes Polri dan membawa surat tantangan debat yang ditujukan pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Usut punya usut, remaja perempuan itu adalah Kate Victoria, putri pengacara Alvin Lim. Menurut informasi, Kate Victoria Lim sengaja melayangkan tantangan debat terbuka ke Kapolri dan mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk mengantar surat tantangan debat.
Adapun surat itu berisi tantangan debat soal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik di mana ayah Kate Victoria sedang terjerat kasus tersebut.
Selain secara terbuka melalui media sosial, Kate menyampaikan tantangan debat lewat surat resmi yang dilayangkan ke Mabes Polri.
"Tujuan saya datang ke sini untuk mengantarkan surat tantangan debat kepada Pak Kapolri. Ini bisa dilihat undangan resmi," kata Kate, dikutip Rabu, 30 Agustus 2023.
Lebih lanjut Kate mengungkapkan, debat hukum ini dilakukan lantaran ia tak percaya lagi dengan proses hukum melalui pengadilan.
"Maaf walaupun saya menghormati pengadilan, tapi pengadilan tidak dapat dipercaya. Karena bahkan mantan Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa bilang 'Mahkamah Agung sarang mafia'," ujar Kate.
"Oleh karena itu saya sebagai anak dan korban berkeinginan agar kepolisian bisa membahas kasus ayah saya secara terbuka di depan umum, di depan media, agar semua masyarakat bisa menilai," sambungnya.
Debat ini terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Alvin Lim. Kasus Alvin Lim sendiri saat ini sedang bergulir di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
"Maka dari itu saya dengan sopan dan beretika menantang Pak Kapolri untuk berdebat. Untuk mendebatkan kasus dugaan pencemaran nama baik oleh ayah saya," kata Kate.
"Apakah yang dilakukan kepolisian, mempidanakan advokat yang sedang menjalankan tugasnya dan menceritakan kejadian yang dialami oleh kliennya," sambungnya.
"Apakah yang dilakukan kepolisian itu menegakkan hukum ataukah justru melawan hukum. Karena menurut saya ada hak imunitas advokat yang telah dilanggar," ujar dia lagi.
Menurut Kate, sesuai UU Advokat, pengacara memiliki hak imunitas ketika menjalankan tugasnya membela klien. Sehingga, kata dia, Alvin tak bisa dipidanakan.
"Saya di sini awalnya memang ada sedikit keraguan, cuma setelah saya melihat ayah saya, bayangkan ayah saya sakit kronis sudah gagal ginjal. Dokter bilang probabilitas hidup cuma dua tahun. Kalau saya takut sekarang dan tidak berbicara, saya menunggu sampai kapan. Coba kalau kalian sendiri punya orangtua yang sudah sakit parah, memangnya kalian diam saja dan tidak melakukan apa-apa?" jelas Kate.
"Apalagi ayah saya dijerat 185 laporan polisi di satu laporannya itu saja, maksimal 10 tahun penjaranya. Jika saya harus kehilangan kehadiran ayah saya selama puluhan tahun, maka saya berhak untuk bertanya kepada Pak Kapolri dan Pak Presiden, dimana keadilan?" sambungnya.
Jika tantangan Kate diterima, debat akan dilaksanakan pada 4 September 2023 pukul 18.00 WIB dan ditayangkan di kanal Youtube Quotient TV.
Kate mengatakan, jika dirinya kalah dalam debat tersebut, dia siap menerima hukuman yang berlaku sesuai undang-undang.
"Namun jika saya menang saya hanya meminta Pak Kapolri memecat Pak Kasubdit Dit Tipid Siber, kanit, panit dan penyidik yang menyidik ayah saya dan meminta Pak Kapolri berbesar hati mengundurkan diri, karena membiarkan oknum kepolisian mencelakai masyarakat yang seharusnya dilindungi," kata Kate.
"Saya yakin Pak Kapolri adalah jenderal yang gagah dan memiliki keberanian untuk berdebat dengan warga negara sebagaimana memberikan pelayanan hukum yang tertera di Pasal 2 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian," lanjut Kate.
"(Tapi jika tantangan debat tak direspons) Itu menunjukkan bagaimana kualitas Kapolri sebagai jenderal bintang empat," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.