Usai Viral Kasus Chloe, Pemilik Rumah Makan di Tangerang yang Diduga Jagal Anjing Akhirnya Dipolisikan
JAKARTA, REQnews - Buntut viralnya kasus Chloe, Animal Defenders Indonesia (ADI) akhirnya melaporkan pemilik sebuah rumah makan di Tangerang ke Polres Tangerang Kota pada Minggu, 24 Desember 2023 lalu.
Pemilik rumah makan tersebut dilaporkan lantaran diduga telah menjagal anjing peliharaan untuk konsumsi rumah makan.
Pelaporan ini bermula dari viralnya kasus Daniel yang kehilangan seekor anjing peliharaannya berjenis french bulldog bernama Chloe. Diungkapkan Daniel, Chloe hilang pada Sbatu, 23 Desember 2023 pukul 10.00 WIB saat dirinya sedang membuka ruko.
Laporan ini diterima dengan nomor LP/B/1773/XII/2023/SPKT/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA. Menurut laporan, usai menyadari anjingnya hilang, Daniel lantas mencari ke sekitar ruko hingga melapor pada satpam kecamatan.
Satpam lalu mengatakan Chloe dibawa ke rumah makan etnis milik pelaku penjagalan. Daniel langsung mendatangi rumah makan tersebut dan menanyakan keberadaan anjingnya.
Saat ditanya, pemilik rumah makan etnis itu kemudian mengakui Chloe sudah mati. Namun terduga pelaku mengaku Chloe mati karena terjerat tali, bukan dibunuh. Padahal setelah dicek, Chloe ditemukan mati dengan kondisi leher tersayat.
"Pelaku mengatakan anjing Chloe ini mati terjerat tali. Lalu kalo memang mati terjerat tali, kenapa harus dia bakar dan sayat perutnya seperti proses persiapan daging anjing lainnya? Ini jelas pembohongan dan keterangan yang sangat kuat diduga palsu," ungkap Ketua ADI Doni Herdaru, dikutip Senin, 1 Januari 2024.
"Pelaku menantang pemilik Chloe, bahwa dia tidak takut dan silakan saja melaporkan polisi," sambungnya.
Lebih lanjut, Doni mengatakan polisi saat ini tengah memeriksa saksi-saksi. Selanjutnya, terduga pelaku akan segera dipanggil untuk diperiksa.
"Pelaku akan segera dipanggil oleh kepolisian, setelah pemeriksaan saksi-saksi. Kami juga sedang ekshumasi/gali kuburannya Chloe, untuk diamankan di freezer, guna kepentingan penyelidikan," jelas Doni.
"Kami siap mengarahkan autopsi dan pembuktian penyebab kematian yang sesungguhnya dan membantah keterangan pelaku," ujarnya.
"Bahwa supply perdagangan daging anjing terbukti sekali lagi, berasal dari anjing-anjing kesayangan peliharaan orang lain, yang diperoleh dengan cara curi, racun, culik, dan tangkapan ilegal," tegas Doni.
"Selama pemerintah belum tegas melarang perdagangan daging anjing, akan terus berjalan sindikat kriminal ini," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.