Sadis! CEO Startup Ternama Habisi Nyawa Anak Balitanya di Hotel, Korban Dibunuh Lalu Dimasukkan ke Koper
JAKARTA, REQnews - Tak seperti ibu lain yang rela mengorbankan nyawa demi sang buah hati, wanita satu ini justru tega membunuh anak kandungnya sendiri.
Seorang wanita yang merupakan CEO startup AI ternama di India, Suchana Seth, menghabisi nyawa anaknya yang masih berusia 4 tahun.
Polisi pun menangkap Suchana Seth pada Selasa, 9 Januari 2024. Kepolisian mengungkap telah menemukan jasad korban di koper milik Suchana Seth. Balita laki-laki itu diduga dibunuh dengan cara dibekap.
Inspektur Polisi Goa, Paresh Naik membeberkan kronologi kejadian. Awalnya, Suchana Seth diketahui check in di sebuah hotel bersama putranya di kawasan Goa pada Sabtu, 6 Januari 2024.
Namun ditemukan kejanggala. Karena saat check out pada Senin malam, Suchana Seth tidak bersama putranya lagi.
Kecurigaan kian bertambah tatkala staf kebersihan hotel menemukan noda darah di kamar setelah Suchana check out. Staf tersebut pun langsung menghubungi kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, polisi langsung menghubungi sopir taksi yang sempat ditumpangi Suchana. Saat diinterogasi, Suchana awalnya mengaku noda darah itu adalah darah menstruasinya.
Namun polisi curiga karena darah itu ditemukan di handuk dan lantai hotel yang diduga berasal dari luka percobaan buuh diri usai Suchana membunuh putranya.
"Dia bilang dia akan membayar untuk pembersihannya. Namun, penyelidikan awal kami menemukan noda darah di handuk dan lantai berasal dari luka yang dideritanya," kata petugas.
Suchana akhirnya ditangkap polisi saat berupaya melarikan diri menggunakan taksi.
Dr. Kumar Naik, seorang dokter pemerintah yang melakukan pemeriksaan terhadap mayat anak Suchana Seth mengatakan bahwa bocah malang tersebut diduga dibunuh dengan cara dibekap atau dicekik.
"Anak tersebut dibunuh lebih dari 36 jam sebelumnya. Dia telah dibekap atau dicekik. Tidak ada luka atau tanda-tanda perlawanan. Mungkin ada penggunaan bantal atau kawat," ujar dr Kumar Naik, dikutip dari indianexpress.
Sejalan dengan pernyataan dokter, seorang petugas polisi senior di Goa yang terlibat dalam proses interogasi mengatakan bahwa anak tersebut meninggal karena dibekap lalu jasadnya dimasukkan ke koper.
"Mungkin menggunakan bantal dari service apartemen," kata polisi itu.
"Tidak ada senjata pembunuh. Dia diduga mencoba bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya menggunakan gunting. Sampel darah sudah dikumpulkan dan akan dilakukan tes DNA untuk memverifikasinya," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.