REQNews.com

Viral Kemenhan Ditagih 1,5 Juta Dollar AS, Disebut Belum Bayar Pesanan Helikopter Mi-2 Rusia

The Other Side

Monday, 15 January 2024 - 02:00

Viral Kemenhan Ditagih 1,5 Juta Dollar AS, Disebut Belum Bayar Pesanan Helikopter Mi-2 Rusia (Foto: X)Viral Kemenhan Ditagih 1,5 Juta Dollar AS, Disebut Belum Bayar Pesanan Helikopter Mi-2 Rusia (Foto: X)

JAKARTA, REQnews - Jagat maya digegerkan dengan viralnya cuitan akun X @NiBapakLoe. Dalam cuitannya, akun tersebut menagih ke pihak Kementerian Pertahanan untuk membayar Helikopter Mi-2 dari Rusia.

Diungkapkan akun itu, helikopter tersebut dibeli Kemenhan pada 2002 silam melalui agen pengadaan helikopter PT Novanindro International.

Diketahui, netizen yang menuliskan cuitan itu merupakan Direktur PT Novanindro International R.V. Andreyas S. Goeritno. Ia mengungkapkan, melalui surat Kredit Ekspor (KE) dengan nomor kontrak KTR/20-19/XI/2002/Set yang ditandatangani oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (AL) Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh, yang mewakili Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Kementerian Pertahanan, membeli helikopter melalui perusahaan yang dipimpin ayahnya, Goeritno.

"Tanggal 14 September 2005, Lanudal (Pangkalan Udara Angkatan Laut) Juanda, menerima 1 (satu) unit helikopter Mi-2 dari PT Novanindro International, sebagai unit ke 3 (tiga) dari kontrak," tulisnya, dikutip Minggu, 14 Januari 2024.

Selain meminta bantuan Prabowo, dalam surat tersebut Andreyas juga meminta bantuan Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan masalah ini. Pasalnya, sampai saat ini, dirinya belum menerima sesen pun dari total tagihan sebesar US$1,5 juta atau sekitar Rp 22,5 miliar (Kurs Rp 15.500).

Sementara itu, sejak 2005 lalu PT Novanindro International telah berusaha untuk bertanya, menagih, dan berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan. Namun, tak kunjung mendapat respons dari yang bersangkutan.

"Bapak Bernard Kent Sondakh yang memulai project ini tahun 2002 dan Bapak Riyamizard Ryacudu yang mengakhiri proyek ini tahun 2020. Saya sebagai penyedia yang membeli heli Mi-2 tersebut belum dibayar sampai sekarang sesen pun," ujarnya.

Sementara itu, menurut Andreyas, pada mulanya perusahaan yang ditunjuk oleh Kementerian Pertahanan dalam pengadaan helikopter ini bukan PT Novanindro International, melainkan PT Cerianaga Pertiwi.

Namun, advance payment atau pembayaran di muka sebesar 15% dari nilai kontrak, yaitu sekitar US$1.68 juta, Direktur Penanggung Jawab PT Cerianaga Pertiwi Niko meghilang dan calon penyandang dana/lender Harmony Capital pun mengundurkam diri.

Pada saat yang sama, General Director Rostov Mill yang mewakili Mil Moscow Helicopter Plant JSC and EDB Rostov-Mil PLC Guennadi Zoebkov juga diganti oleh direktur baru, Ivan P. Shimko.

Dengan kondisi ini, Ivan pun telah menyampaikan berbagai masalah yang terjadi kepada Bernard Kent Sondakh.

"Laksamana Bernard Kent Sondakh tetap berkeinginan untuk melanjutkan/melaksanakan kontrak dan menunjuk Director General Ivan P. Shimko," kata Andreyas.

Sebagai penanggungjawab, Ivan pun melanjutkan negosiasi kontrak dengan TNI AL dan menunjuk PT Novanindro International sebagai agen pengadaan yang baru pada November 2004. Karena itu, Goeritno, ayah Andreas, lantas mendatangkan satu unit helikopter Mi-2 pada September 2005.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.