Disebut di Film Dirty Vote, Ternyata Ini Asal Usul Gentong Babi
JAKARTA, REQnews - Politik gentong babi atau dalam bahasa asing dikenal dengan istilah pork barrel politics dikemukakan beberapa kali di dalam film ‘Dirty Vote’. Ahli tata hukum negara Bivitri Susanti menjadi sosok yang menyebut hal itu ketika menjelaskan perihal bantuan sosial atau bansos.
Di dalam film diceritakan adanya dugaan kecurangan Pemilu yang disebut terstruktur dan masif.
"Mengapa Bansos dijadikan alat berpolitik? Ada satu konsep dalam ilmu politik yang namanya politik gentong babi atau pork barrel politics," kata Bivitri dalam film tersebut.
Lalu apa itu gentong babi? Berikut penjelasannya
Istilah gentong babi awalnya muncul di masa perbudakan di Amerika Serikat. Saat itu, para budak ini berebut mengambil daging babi yang diawetkan dalam sebuah gentong.
Maka munculah istilah jika ada orang yang berebut jatah demi kenyamanan pribadi. Jika dikaitkan dalam politik, Bivitri menyebut jika politik gentong babi adalah cara berpolitik menggunakan uang negara demi kepentingan pribadi.
Salah satu contohnya adalah menggelontorkan dana untuk bantuan hingga pembangunan daerah menjadi kantong bagi pemilihnya.
Tujuannya adalah untuk memperoleh suara melalui kenyamanan dengan bantuan atau pembangunan dengan uang negara. Maka dalam hal ini, Bivitri menyoroti upaya politik gentong babi terlihat pada upaya mendulang elektoral pasangan calon.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.