REQNews.com

Bikin Geleng-geleng! Begini Kronologi Suami di Batam KDRT Istri Gegara Beda Pilihan Capres

The Other Side

Wednesday, 21 February 2024 - 16:40

Ilustrasi PenganiayaanIlustrasi Penganiayaan

JAKARTA, REQnews - Aksi tak terpuji dilakukan seorang suami di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Pria berinisial AJ itu tega melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, berinisial NO, hanya karena berbeda pilihan calon presiden (capres) pada Pemilu lalu.

Diungkap Kanit Reskrim Polsek Batu Aji, Iptu Yudha Firmansyah, peristiwa KDRT itu terjadi sehari setelah pemilu pada Kamis, 15 Februari 2024 lalu di Pertokoan Cipta Prima, Batu Aji, Batam.

Pelaku AJ emosi lantaran mengetahui sang istri mencoblos capres yang berbeda dengan dirinya. Gelap mata, AJ sampai memukul bagian kepala belakang istrinya.

"Korban mengaku gara-gara beda pilihan Capres, sehingga mereka berantem. Korban pilih capres nomor urut 2 Prabowo-Gibran, sedangkan suami pilih capres nomor urut 1, Anies-Muhaimin. Laporan korban masuk pada 15 Februari kemarin," ujarnya, dikutip akun X @kegblgnunfaedh, Rabu, 21 Februari 2024.

Korban kemudian melaporkan tindakan suaminya itu ke polisi. Kepada polisi, korban menerangkan jika KDRT tersebut dilakukan suaminya karena NO mencoblos paslon nomor urut 2, sedangkan sang suami memilih paslon nomor urut 1.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kepolisian, diketahui bahwa aksi KDRT bukan baru pertama kali dilakukan pelaku AJ. KDRT sudah lama terjadi namun mencapai puncaknya saat perbedaan pilihan capres.

"Permasalahan intinya bukan karena beda pilihan capres. Mereka sebelumnya juga sudah sering cekcok masalah rumah tangga dan pas puncaknya mereka saling beda pilihan calon presiden," kata Yudha.

Kini, kepolisian tengah mendalami kasus ini dan masih menunggu hasil visum korban dari rumah sakit untuk penyelidikan lebih lanjut.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.