Viral Oknum Guru Lecehkan Siswi di SMP Favorit Cigombong, Begini Kronologinya!
JAKARTA, REQnews - Aksi tak terpuji dilakukan oleh seorang oknum guru SMP di Desa Wates jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Oknum guru tersebut melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya sendiri.
Akibat aksinya, puluhan warga Desa Wates jaya menggeruduk SMPN 1 Cigombong untuk meminta pelaku pelecehan tersebut diproses hukum.
Aksi pelecehan yang dilakukan oknum guru itu telah diketahui warga hingga akhirnya aksi protes warga sekitar sudah tak terbendung. Sekolah yang pernah menyandang SMP favorit itu pun terus didatangi warga yang memprotes.
Mereka geram dengan aksi oknum guru berinisial EM. Para orangtua murid didampingi Ketua RT, RW hingga kepala Desa Wates Jaya juga berdatangan ke sekolah. Mereka menuntut keadilan bagi korban tindak asusila berinisial AS yang merupakan siswi kelas 9 SMPN 1 Cigombong.
Menurut keterangan warga sekitar, pelaku nekat mencium muridnya saat jam mengajar di ruang BP. Korban pun trauma dan langsung berteriak hingga menangis histeris usai diperlakukan tak senonoh oleh gurunya.
Teman korban yang mendengar teriakan itu langsung menghampiri. Kepala Sekolah SMPN 1 Cigombong, Rozali pun telah membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.
"Kami selaku kepala sekolah sangat menyayangkan terkait perihal yang terjadi di sekolah ini," kata Rozali.
Dia menambahkan, pihak sekolah sebenarnya sudah berusaha melakukan pelatihan sebulan sekali kepada tenaga pendidik, tapi tidak berdampak.
Selanjutnya, pihak sekolah akan memanggil pelaku untuk dimintai keterangan sekaligus dibina. Sekolah juga mengancam akan melaporkan ke pihak terkait.
Sementara itu, Kapolsek Cijeruk Kompol Hida Tjahjono mengungkapkan, telah mengizinkan demo warga ke SMPN 1 Cigombong. Namun untuk penindakan lebih lanjut kepolisian akan terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan pelaku.
"Mereka mememilih untuk tidak melaporkan kepada pihak kepolisian, lebih memilih mediasi kekeluargaan dengan alasan psikologi anak," ujar Kompol Hida Tjahjono.
Kasus ini pun sudah dilimpahkan kepada Unit Perlindungan Anak (PPA) Polres Bogor. Sebab diketahui korban merupakan seorang yatim dan ibunya menguasakan hidupnya kepada sang paman.
"Dan pamannya memiliki pertimbangan lain sehingga tidak melapor," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.