REQNews.com

Parah! Gagal Jadi Anggota DPRD Kota Cilegon, Caleg PKS Diduga Hentikan Aliran Air Bersih ke Rumah Warga

The Other Side

Rabu, 13 Maret 2024 - 16:30

Gagal Jadi Anggota DPRD Kota Cilegon, Caleg PKS Diduga Hentikan Aliran Air Bersih ke Rumah Warga.Gagal Jadi Anggota DPRD Kota Cilegon, Caleg PKS Diduga Hentikan Aliran Air Bersih ke Rumah Warga.

JAKARTA, REQnews - Aksi kontroversial dilakukan seorang caleg yang gagal menjadi anggota DPRD Kota Cilegon.

Karena gagal, ia diduga sengaja menghentikan aliran air sumur bor miliknya yang biasa digunakan warga sekitar.

Mantan caleg tersebut diketahui adalah Sumedi Madasik dari PKS. Sumedi kalah suara dalam Pemilu 2024 lalu sehingga gagal melangkah menjadi anggota DPRD Kota Cilegon.

Sumedi kemudian diduga menyetop aliran air bersih miliknya di Bukit Teletubbies yang biasa dialirkan ke rumah warga lantaran tak sanggup menanggung biaya listrik.

Alhasil, warga pun terdampak. Warga sekitar kini harus mencari air di sumur resapan dan membawanya secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan.

Peristiwa ini diketahui terjadi di daerah lingkungan Cisuru Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Cilegon, Banten.

"Ya itu minta suaranya untuk dia semua, cita-cita itu dia supaya dapat suara 100 suara dari pihak kampung sini tapi berhubung gak sampai terus airnya diputus sama dia (Sumedi Madasik)," ungkap Buki, salah satu warga dari lingkungan Cisuru, dikutip Rabu, 13 Maret 2024.

Namun, Sumedi Madasik memberikan klarifikasi jika ia menghentikan aliran air sumur bor tersebut karena tidak bisa menanggung biaya subsidi listrik akibat penggunaan sumur bor sejak 4 tahun lalu.

"Selisihnya itu antara dua juta sampai dua juta setengah (Rupiah) kekurangannya, setiap bulannya saya harus mensubsidi pembayaran listrik untuk pengaliran air bersih ke masyarakat Cisuruk," ujar Sumedi Madasik

Sebelumnya diketahui bahwa para warga di lingkungan tersebut dibebankan biaya sebesar Rp 10 ribu untuk biaya air bersih per kubikasi dibagi menjadi dua yakni Rp 5 ribu untuk listrik dan Rp 5 ribu untuk pemeliharaan.

Namun karena tidak bisa lagi menanggung beban subsidi, Sumedi menawarkan agar warga membayar tarif baru dengan kenaikan Rp 5 ribu sehingga menjadi Rp 15 ribu.

Akan tetapi para warga tak kunjung sepakat dengan harga tersebut hingga akhirnya harus kembali mencari air di sumur serapan yang kadang keruh dan tidak layak dikonsumsi.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.