Dibongkar Pengacara Korban, Begini Modus Agus Pria Difabel di NTB yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
JAKARTA, REQnews - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang pria difabel bernama Agus di NTB tengah viral beberapa waktu belakangan.
Di tengah banyaknya netizen yang meragukan keterlibatan Agus dalam kasus pelecehan seksual tersebut, pengacara korban Andre Safutra angkat bicara. Andre membeberkan akal bulus Agus yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Diungkapkan Andre, perkenalan korban dengan Agus bermula ketika korban tiba-tiba didatangi Agus saat berada di Taman Teras Udayana, Mataram.
Kala itu, Agus mengajak korban berkenalan hingga keduanya terlibat obrolan ringan. Namun perbincangan tersebut kemudian mengarah ke seksualitas hingga membuat korban tak nyaman.
Kemudian, Agus mulai melancarkan modusnya dengan mengulik masa lalu korban yang diduga dijadikan senjata ancaman.
Setelah itu, Agus memaksa korban untuk pergi ke homestay. Jika menolak, ia mengancam korban hendak membongkar aibnya jika tak menuruti kemauan pelaku.
"Pelaku menyampaikan 'kamu sudah terikat dengan saya, maka kamu tidak boleh kemana-mana dan kamu perlu mandi wajib atau mensucikan diri untuk menghapus dosa-dosamu'," ungkap Andre mengulang ucapan pelaku, dikutip Senin, 2 Desember 2024.
"Kemudian korban mengatakan pada pelaku saya tidak perlu bertobat, karena bisa bertobat sendiri," sambungnya.
Singkat cerita, keduanya sampai di homestay. Disebutkan, korban yang membayar kamar tersebut. Namun, Andre menjelaskan bahwa Agus bertindak aktif selama di homestay meski ia seorang difabel.
"Ketika sampai di resepsionis, meskipun yang bayar korban, tapi untuk membuka pintu kamar itu, pelaku yang membukanya menggunakan mulut dan gigi si pelaku, membuka dan menutup," jelasnya.
Korban lantas sempat memberontak namun lagi-lagi diancam oleh pelaku hingga ketakutan.
"Apabila kamu berteriak, maka orang yang di luar kamar atau mendengar sehingga kita akan dinikahkan," kata Andre mengulang ucapan Agus.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
