Gugatan Ditolak, TikTok Bakal Dilarang Beroperasi di AS Mulai Januari 2025
JAKARTA, REQnews - Kabar mengejutkan datang dari TikTok. Platform media sosial itu bakal resmi dilarang beroperasi di Amerika Serikat mulai Januari 2025.
Hal ini imbas dari putusan Pengadilan Federal Amerika Serikat (AS) yang menolak gugatan TikTok untuk menghentikan larangan operasional media sosial itu.
Melansir dari AP News, Pengadilan Banding Federal pada Jumat (13/12/2024) menegakkan undang-undang yang mengharuskan TikTok dijual atau menghadapi larangan di AS hingga batas waktu pertengahan Januari 2025. Menanggapi keputusan itu, pengacara TikTok dan perusahaan induknya yang berbasis di China, ByteDance, diperkirakan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung.
TikTok juga mencari bantuan potensial dari presiden terpilih Donald Trump, yang berjanji untuk "menyelamatkan" platform video berdurasi pendek tersebut selama kampanye presiden.
Dalam permintaan yang diajukan pekan ini, pengacara TikTok dan ByteDance telah meminta "penundaan sementara" dalam penegakan hukum sehingga Mahkamah Agung dapat meninjau kasus dan pemerintahan Trump yang akan datang dapat "menentukan posisinya" dalam masalah tersebut.
Sementara itu, beberapa ahli hukum berharap para hakim akan mempertimbangkan keputusan untuk media sosial tersebut terkait keamanan nasional dan Amandemen Pertama.
Adapun, undang-undang yang dipermasalahkan tersebut ditandatangani oleh Presiden Joe Biden awal tahun ini. Dalam aturan tersebut, ByteDance wajib menjual TikTok kepada pembeli yang disetujui atau menghadapi larangan di AS karena masalah keamanan nasional.
AS menilai TikTok sebagai risiko keamanan nasional karena ByteDance dapat dipaksa oleh otoritas China untuk menyerahkan data pengguna AS atau memanipulasi konten di platform tersebut untuk kepentingan Beijing. TikTok telah membantah klaim tersebut dan berpendapat opini pemerintah AS didasarkan pada risiko masa depan yang hipotetis, bukan fakta yang terbukti.
Jika hukum tersebut tidak dibatalkan, Bytedance dan TikTok memutuskan untuk menutup aplikasi populer itu pada 19 Januari 2025 mendatang, hanya sehari sebelum Trump kembali menjabat. Padahal, TikTok memiliki lebih dari 170 juta pengguna di AS.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.