Nahloh! 11 Perusahaan Keluarga Lukminto Ikut Tagih Utang ke Sritex Rp 1,2 Triliun
JAKARTA, REQnews - Fakta baru yang mengejutkan terungkap dari kasus kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau Sritex.
Tim kurator yang mengurus proses kepailitan Sritex membeberkan bahwa 11 perusahaan afiliasi Sritex Group milik keluarga Lukminto ikut menagih utang yang bernilai total Rp 1,2 triliun.
Dalam keterangan pers yang dikutip Rabu, 15 Januari 2025, Tim Kurator mengungkapkan bahwa tagihan dari para kreditur PT Sritex, PT Primayudha, PT Bitratex Industries, dan PT Sinar Pantja Djaya yang masuk hingga saat ini mencapai total Rp32,62 triliun. Jumlah itu terdiri atas tagihan kreditor preveren sebesar Rp691,42 miliar, tagihan kreditor separatis Rp7,2 triliun, dan tagihan kreditor konkuren Rp24,73 triliun.
Di antara tagihan tersebut, Tim Kurator mengungkap bahwa ada beberapa perusahaan afiliasi Sritex Group sendiri yang ikut mendaftarkan tagihan utang. Disebut afiliasi Sritex Group karena posisi direktur perusahaannya dijabat oleh keluarga pemilik atau owner Sritex Group. Bahkan ada perusahaan yang salah satu direkturnya ialah Iwan Kurniawan Lukminto sendiri. "Ada 11 perusahaan terafiliasi Sritex Group yang direkturnya adalah keluarga pemilik Sritex," ungkap Denny Ardiansyah, anggota Tim Kurator Sritex.
Adapun total nilai tagihan perusahaan afiliasi Sritex Group yang diakumulasi Tim Kurator mencapai Rp1.202.416.398 atau Rp1,2 triliun.
Lebih lanjut Denny menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah bertemu langsung dengan Direktur Utama Sritex Iwan Lukminto. Ia pun menegaskan bahwa seharusnya debitur pailit sudah tidak lagi memiliki hak apapun terhadap Sritex setelah resmi diputus pailit.
Kasus Sritex ini pun ramai ditanggapi warganet di platform Instagram.
"Bikin PT, ngutangin ke PT nya sendiri. Angkanya tinggal nulis. Daftarin kepailitan. Nagih hutangnya ke pemerintah -repeat. Hah, kok gtu sih?" sindir akun @gajaholing.
"Owner perusahaan yg supply ke Sritex ternyata direktur Sritex. Luar biasa permainannya. Harusnya di audit," komentar @frankyhardys.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.