Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Akbar Faizal Sentil Erick Thohir: Anda Juga Harus Bertanggung Jawab
JAKARTA, REQnews - Kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023, tengah menyita perhatian publik.
Dalam kasus ini terungkap adanya praktik jahat pemaksaan impor minyak mentah yang mengakibatkan tidak maksimalnya serapan produksi minyak dalam negeri. Tak hanya itu, para tersangka korupsi juga mengoplos minyak RON 90 Pertalite menjadi RON 92 Pertamax.
Atas kasus ini, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 193, 7 triliun. Menanggapi kasus korupsi besar tersebut, politisi Akbar Faizal ikut memberikan komentarnya.
Melalui cuitan di akun X atau Twitternya, @akbarfaizal68, ia turut menyentil Menteri BUMN Erick Thohir yang dinilai sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab dalam kasus ini.
"Pak @erickthohir, kasus oplosan minyak Pertamina oleh BUMN Patra Niaga ini tak boleh direspon secukupnya saja. Selain soal jumlahnya yg naudzubillah, niat dan cara mrk merugikan negara dan rakyat sangat kejam. Saya rasa Anda juga harus bertanggungjawab sbg menteri yang menunjuk mrk menjadi pengendali Patra NIaga. Kalian pasti punya cara hadapi situasi ini. Tapi, Kami, para rakyat ini juga berhasil belajar dgn cepat cara memahami kalian bahwa 'Kalian Tak Cakap'. @prabowo @KemenBUMN," tulis Akbar Faizal, dikutip Rabu, 26 Februari 2025.
Cuitan tersebut pun turut ramai direspons oleh warganet dengan beragam komentar pedas.
"Pejabatnya mulyono tak ada yg beres. Bukan hanya gak cakap, tapi track recordnya kotor. Makanya heran sama prabowo masih dipakai," komentar @wiyantoedy48.
"Kata Erick...tenang sebentar lagi tim sepak bola indonesia masuk piala dunia, kl menang rakyat pasti akan LUPA sama sm akal2an yg dibuatnya...," sindir @sjamsul_hidajat.
"KLU UTK KORUPSI PEJABAT PENGUASA NEGARA INI SGT KREATIF TP KLU UTK RAKYAT TAUNYA NAIKIN PAJAK DAN KURANGIN SUBSIDI UTK RAKYAT," ujar akun @rustawan08.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.