REQNews.com

Geger Pernikahan Sepasang Bocah di Lombok NTB, Pengantin Perempuan Sempat Dibawa Kabur

The Other Side

Minggu, 25 Mei 2025 - 00:00

Geger Pernikahan Sepasang Bocah di Lombok NTB.Geger Pernikahan Sepasang Bocah di Lombok NTB.

JAKARTA, REQnews - Publik digegerkan kembali dengan viralnya kasus pernikahan anak di bawah umur. Sepasang anak sekolah di Lombok, NTB melangsungkan pernikahan.

Diketahui, pasangan pengantin yang masih bocah itu bernama Rendi dan Yulia. Rendi masih berusia 16 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SMK, sedangkan Yulia masih berusia 15 tahun dan duduk di kelas 1 SMP.

Pernikahan keduanya terjadi di Desa Sukaraja, Lombok, NTB. Video pernikahan Rendi dan Yulia diunggah oleh akun Instagram @bandung.banget pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Dalam video, tampak kedua mempelai mengenakan ju adat Lombok dan berada di pelaminan. Terlihat pengantin wanita bertingkah kekanak-kanakan. Ia memanggil-manggil ibunya dengan suara keras dari pelaminan.

"Mak, mak, mak," teriaknya sambil melambaikan tangan ke arah kerumunan.

Terkait kasus ini, Kepala Desa Sukaraja, Lalu Januarsa Atmaja menjelaskan bahwa pernikahan kedua bocah tersebut awalnya sudah sempat dicegah.

Tiga minggu sebelum acara pernikahan berlangsung, pasangan ini sudah berencana menikah. Namun, kala itu, pemerintah desa berhasil memisahkan mereka agar tidak jadi menikah.

Namun Rendi malah membawa Yulia kabur ke Pulau Sumbawa. Mereka menghilang selama dua hari dua malam tanpa diketahui keluarga.

Setelah mereka pulang, pihak keluarga mencoba memisahkan lagi. Tapi orang tua Yulia akhirnya menolak menerima putrinya kembali karena sudah terlanjur malu dan kecewa sang anak dibawa kabur.

Hingga akhirnya, kedua keluarga sepakat menikahkan kedua remaja tersebu. Pemerintah desa pun tak bisa berbuat banyak.

"Alasan orang tua mempelai wanita karena memang anaknya sudah dua hari dua malam dibawa itu," ujar Kades Sukaraja. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.