Keren! Masyarakat Adat di Papua Bikin Perusahaan Sendiri Demi Lawan Eksploitasi Hutan
JAKARTA, REQnews - Masyarakat adat Namblong di Kabupaten Jayapura, Papua, mendirikan perseroan terbatas (PT) sendiri demi melawan eksploitasi hutan yang kian meluas.
Melalui cara ini, masyarakat Suku Namblong berupaya menjaga kedaulatan dan kelestarian tanah serta sumber daya di wilayah adat mereka.
Perusahaan yang didirikan masyarakat adat tersebut bernama PT Yombe Namblong Nggua. Sahamnya dimiliki oleh 44 pimpinan marga dari Suku Namblong yang mewakili 50 ribu warga.
Jabatan Direktur Utama PT Yombe Namblong Nggua diemban oleh Yohana Yokbeth Tarkuo. Yohana mendapat kepercayaan untuk memegang jabatan ini dari para tetua adat. Sebelumnya, ia bekerja sebagai perawat.
"Mereka bilang, kebanyakan perempuan jadi pemimpin itu berhasil. Jadi kita coba dulu, salah satunya, tapi Anak muda. Jadi coba BUMMA kasih perempuan. Walaupun di adat itu (perempuan) sangat tidak dikasih izin memimpin, tapi saya pikir ini ada kesempatan buat perempuan buat bisa berbicara, bahwa kami ini setara," ungkap Yohana Yokbeth Tarkuo, dikutip dari Instagram BBC Indonesia, Minggu, 22 Juni 2025.
Yusuf Kasmando, salah satu tetua adat yang menjabat sebagai direktur operasional umum, bercerita bahwa badan usaha ini dibentuk demi melindungi wilayah adat Namblong.
Bagi Suku Namblong, ini adalah Langkah untuk merebut kendali atas kekayaan alam di tanah adat mereka yang selama ini dikuasai oleh pihak luar.
"Kami prihatin hutan kami habis untuk mereka yang membuka lahan sawit dan lain sebagainya, seperti pengambilan kayu dan lain-lain. Karena itu timbul keinginan kami bisa melindungi hutan kami yang tinggal sisa ini," ujar Yusuf Kasmando.
PT Yombe Namblong Nggua menjadi Badan Usaha Milik Masyarakat Adat dalam bentuk perseroan terbatas pertama di Indonesia.
Adapun PT Yombe Namblong Nggua saat ini mengelola beberapa unit usaha, di antaranya rumah pengeringan vanili, ekowisata dan rehabilitasi hutan gundul.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.