REQNews.com

Perkembangan Terkini Kasus Sister Hong China yang Menggegerkan Publik, Bakal Dihukum Mati?

The Other Side

Sunday, 20 July 2025 - 19:00

Sosok Sister Hong China, Pria Viral Berdandan Ala Wanita dan Ajak Banyak Laki-laki Berbuat Asusila. (Foto: X @eselSMN)Sosok Sister Hong China, Pria Viral Berdandan Ala Wanita dan Ajak Banyak Laki-laki Berbuat Asusila. (Foto: X @eselSMN)

JAKARTA, REQnews - Beberapa waktu belakangan jagat maya digemparkan dengan terungkapnya kasus Sister Hong China.

Sister Hong China yang merupakan seorang pria, menyamar dengan berdandan ala wanita lantas mengajak banyak pria berbuat asusila.

Aktivitas seksual tersebut lantas direkam secara tersembunyi lalu videonya diperjualbelikan lewat sebuah grup online.

Kasus ini pun menyita perhatian warganet, tak hanya di media social China tapi juga seluruh dunia.  

Sister Hong sendiri sudah ditangkap kepolisian pada 5 Juli 2025. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan mendalam atas kasus ini.

Pihak kepolisian China menegaskan bahwa mereka akan berupaya maksimal untuk menuntaskan kasus ini tanpa melewatkan detail sekecil apapun.

Mereka juga berkomitmen untuk menghukum tersangka dengan hukuman berat demi menjaga keadilan sosial.

Di samping itu, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam bermedia sosial. Masyarakat diimbau untuk tak mudah percaya pada orang asing agar terhindar dari kasus serupa Sister Hong.

Sementara itu, terkait kasus Sister Hong, berdasarkan hukum yang berlaku di China, jika tidak menimbulkan akibat serius, pelaku akan mendapat hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun.

Jika menyebabkan cedera serius, kematian, atau kerugian besar pada properti publik atau pribadi, pelaku akan dijatuhi hukuman penjara paling singkat 10 tahun, penjara seumur hidup, atau hukuman mati.

Hukuman berat akan diberikan apabila pria bernama asli Jiao itu terbukti mengidap penyakit menular seksual dan sengaja melakukan hubungan seks tanpa pengaman dengan banyak orang. Hal tersebut dapat menyebabkan risiko penularan penyakit dalam skala besar.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.