REQNews.com

Pariwisata RI Tercoreng! Viral Turis Asing Jadi Korban Penipuan di Labuan Bajo hingga Dapat Intimidasi

The Other Side

Selasa, 22 Juli 2025 - 16:30

Viral Turis Asing Jadi Korban Penipuan di Labuan Bajo hingga Dapat Intimidasi. (Foto: Istimewa)Viral Turis Asing Jadi Korban Penipuan di Labuan Bajo hingga Dapat Intimidasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sedang viral di jagat maya, seorang turis asal Inggris mengaku menjadi korban penipuan hingga intimidasi oleh seorang sopir wisata saat berkunjung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Turis bernama Mattew Daniel (34 tanun) itu menceritakan pengalaman pahitnya ke media social pada Minggu, 20 Juli 2025.

Mattew menjelaskan, awalnya ia menghubungi sopir wisata berinisial HS melalui Facebook karena ingin mencari lokasi snorkeling yang menarik di Labuan Bajo seperti Pulau Kanawa. Namun, HS justru menawarkan lokasi lain yang ia klaim lebih bagus.

"Saya bilang saya ingin cari tempat snorkeling seperti Kanawa atau pulau lain, dia bilang daripada Kanawa, dia punya tempat lain yang lebih bagus," ungkap Mattew, dikutip Selasa, 22 Juli 2025.

Setelah dijemput, Mattew dan rekannya dibawa menuju wilayah Dintor, sekitar 60 kilometer dari pusat kota Labuan Bajo. Dari sana, mereka menyeberang ke Pulau Nuca Molas.

Namun, selama perjalanan, Mattew merasa tak nyaman lantaran si sopir membawa seorang teman yang ia bilang tour guide. Ia juga meminum bir dan main handphone selama berkendara.

Sesampainya di Pulau Nuca Molas, Mattew semakin kecewa lantaran lokasi snorkeling yang dijanjikan ternyata tak sesuai harapan.

"Dia bilang tidak ada ikan dan karang di sana. Kami lalu kembali dan saya bayar mereka Rp2 juta," jelas Mattew.

Mattew pun merasa sangat dirugikan. Terlebih ia juga mendapat intimidasi dari HS usai dirinya membagikan cerita pengalamannya tersebut di Facebook hingga viral.

Mattew mengaku diancam lewat telepon dan diminta untuk menghapus postingan yang viral.

Terkait kasus ini, Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya memberikan pernyataan. Ia menjelaskan, pihaknya telah mengetahui perihal kasus tersebut dan sedang menindaklanjutinya.

"Dia tidak buat laporan. Tapi karena yang bersangkutan bilang dia sempat diancam, kita amankan dia untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ujar Lufthi.

Sementara itu, terkait kasus viral ini, Perwakilan Pemuda Labuan Bajo, Risno Pakur turut menanggapi. Risno mendorong aparat penegak hukum setempat agar bertindak tegas dalam kasus ini. Terlebih kasus scam atau penipuan turis semacam ini bukan kali pertama terjadi di Labuan Bajo.

"Sebelum peristiwa Mattew, ada juga peristiwa lain dengan perbuatan yang sama (penipuan) melalui media sosial terkait fasilitas wisata. Justru yang menjadi korban adalah wisatawan lokal," ungkap Risno saat diwawancarai Selasa, 22 Juli 2025.

Jika tidak ditindaklanjuti secara serius, lanjut Risno, dikhawatirkan hal ini akan merusak reputasi pariwisata Labuan Bajo yang kini menjadi destinasi wisata super premium.

"Labuan bajo kini menjadi destinasi wisata super premium yang harusnya memastikan bahwa wisatawan lokal maupun asing dapat selayaknya diperlakukan dengan baik dan benar oleh pengelola wisata," lanjutnya.

Di samping itu, Risno juga mengingatkan para wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi wisata Indonesia, khususnya Labuan Bajo agar lebih berhati-hati dalam memilih guide maupun informasi perihal tempat yang akan dituju.

"Baiknya untuk.wisatawan lokal maupun asing lebih selektif lagi dalam menggunakan jasa wisata. Sebaiknya langsung kunjungi situs website resmi pengelola wisata yang terafiliasi dengan pemerintah daerah setempat agar pertanggungjawabannya lebih jelas dan terarah," imbau Risno.

Berkaca dari kasus tersebut, Risno berharap aparat penegak hukum berupaya lebih serius dalam menindaklanjuti modus scam semacam ini agar tak lagi memakan korban.

"Momentum ini baiknya menjadi ajang untuk aparat penegak hukum melakukan patroli cyber, utamanya melakukan penindakan salah satunya scam ini," ujar Risno.

"Mendorong proses hukum kasus ini secara transparan untuk memberikan pesan kepada wisatawan bahwa 'sistem bekerja dan berpihak pada tamu'," tandasnya. 
 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.